[FF TAEJI] BETTER

21 Dec

Title: Better
Author: Icha Fasya Hapsari a.k.a Chaic/ichayam
Main Cast: Lee Taemin, Park Jiyeon
Support Cast: Choi Minho, Bae Suzy
Genre: Romance
Rating: G
Length: Oneshoot

Inspiration from SHINee’s Song, Better~

If you’re still in pain after that and need someone, come to my side…

Mohon, biar dapet feelnya bacanya sambil dengerin lagu SHINee yang better yah, trims^^

TAEMIN POV

Melihatnya dari kejauhan bersama dengan lelaki yang ia cintai, membuat perasaan hatiku terasa sangat sakit. Bagaimana tidak? Aku dan Jiyeon sudah lama kenal dan berteman lama, sejak kami duduk dibangku SD, tetapi mengapa Minho hyung lah mendapatkannya? Apa aku terlambat menyatakan perasaanku yang telah kupendam lama kepadanya? Jawabannya benar. Aku memang sulit untuk menyatakan perasaanku padanya, dan aku juga merasa takut. Takut jika Jiyeon mengetahui aku menyayanginya lebih dari sebatas teman itu akan membuatnya ilfeel terhadapku dan menjauhiku. Aku tidak ingin itu terjadi. Jadi, selama inilah aku menyimpan dalam hati dan biarkan Minho hyunglah yang mendapatkannya. Ah, Minho hyung. Ngomong-ngomong soal dia, aku benar-benar tidak suka terhadapnya sekarang. Bagaimana tidak? Ia, beberapa hari sebelumnya aku melihatnya berjalan dengan Suzy, adik kelasku dan mereka terlihat sangat mesra. Aku menanyakan soal ini kepada Minho hyung, tapi ia bilang ia dan Suzy hanya berteman. Tsk, berteman? Tapi ciuman mereka di malam itu masih bisa dibilang berteman? Itu sungguh keterlaluan. Dan sekarang yang kau lihat, Minho hyung masih berstatus berpacaran dengan Jiyeon tapi dibelakang itu semua ia sudah memiliki kekasih lain? Sungguh, ia laki-laki brengsek yang kukenal.

“Taemin-ah, bantu aku bikin kue untuk Minho oppa yah” pinta Jiyeon kepadaku. Ya, Minho hyung sudah pulang dan Jiyeon ke rumahku sekarang untuk memintanya membantu membuat kue untuk Minho hyung.

“hem, baiklah” jawabku.

“aku mau di hari jadianku yang ke 5 bulan dengan Minho oppa ini, aku menjadi yang terspesial buatnya,”

“hem, kau pasti akan menjadi yang terspesial untuknya,” bohongku.

“benarkah? Apa Minho oppa bilang kepadamu ia menginginkan aku yang terspesial untuknya?”

“hem, iya tapi tidak tahu juga,”

“ya, jawab yang benar Taeminnie,” ucapnya melas di hadapanku.
Apa aku harus bilang terhadapnya soal Minho hyung dan Suzy? Eum? Aku tidak ingin melihatnya sedih jika aku mengatakannya.

“Jiyeon-ah, dengarkan aku baik-baik. Kau temanku kan? Kau pasti percaya padaku kan?”

“hem, aku selalu percaya padamu”

“hem, lebih baik kau putuskan saja hubunganmu dengan Minho hyung, sebelum kau menyesal” ucapku dan kulihat ekspresi Jiyeon tidak percaya dengan ucapanku.

“kenapa?”

“di belakangmu, ia sudah memiliki kekasih lain Jiyeon-ah, sungguh,” ucapku meyakinkan, tapi jujur sebenarnya aku tidak ingin mengatakan ini kepadanya. Aku takut ia akan sedih, ia akan marah karna aku mengatakan ini tapi ini demi dia. Lebih baik Jiyeon mengetahuinya sekarang.

“ya Taemin-ah, sungguh ucapanmu barusan itu terlihat konyol. Mana mungkin hah Minho oppa seperti itu? Kau jangan mengada-ada Taemin-ah,” ucap Jiyeon dengan nada sedikit marah.

“sungguh aku mengatakan ini dengan benar,”

“tsk Taemin-ah, aku tidak suka kau jika seperti ini, aku tidak percaya dengan ucapanmu. Aku pergi, dah” ucapnya meninggalkan rumahku.

“ya Jiyeon-ah,”

“oh iya satu lagi, nanti malam kau tidak usah ke rumahku!”

Good job Taemin! Kau membuatnya marah kepadamu. Ini kesalahan besar yang kuperbuat. Stupid Taemin.

TAEMIN POV END

JIYEON POV

Ya Lee Taemin bodoh! Teman macam apa itu? Ingin memisahkanku dengan Minho oppa dengan berkata seperti itu? Tsk, aku tidak akan percaya padamu lagi Lee Taemin.

Ah ya, besok hari jadianku yang ke 5 bulan dengan Minho oppa dan malam ini aku ingin membuat kue sebagai hadiahnya. Dan sepertinya aku akan tidur larut karna membuat kue sendirian. Ah sedikit menyesal tadi meminta Taemin untuk tidak usah datang kepadaku. Ah salah sendiri, ia membuatku marah kepadanya dengan perkataan seperti itu. Aku percaya Minho oppa bukan orang yang seperti itu.

+++

Hoam. Bangun siang, tak apa. Untung hari ini sabtu jadi aku bisa bangun sesiang ini. Ini sudah pukul 11 dan jam 3 aku akan bertemu Minho oppa di taman tempat kita biasa berkencan. Aku bangun dari tempat tidurku dan segera mencuci mukaku. Kulihat keluar rumah, Taemin ada diluar sana sedang mencuci mobil miliknya. Tsk, mengingat perkataannya kemarin membuatku muak untuk melihatnya hari ini.
Aku pergi menuju dapur dan mengeluarkan kue untuk Minho oppa dari kulkas. Pretty cake. I hopes he loves my present. Kembali aku memberi hiasan yang semalam tertunda karna aku benar-benar sudah mengantuk. Minho oppa, always be mine. MinJi. Haha apa aku terlalu berlebihan? Sungguh kue ini kubuat untuknya, sangat khusus untuk Minho oppa seorang.

Sudah hampir pukul 3 dan aku akan bersiap-siap. Aku berdandan cantik. Minho oppa juga sudah menghubungiku untuk cepat datang ke taman. Sungguh aku tidak sabar.

Aku pamit pergi pada ummaku. Saat keluar rumah, lagi-lagi Taemin ada di hadapanku. Kau tau Taemin, aku muak melihatmu sejak perkataanmu kemarin.

“mau apa?” tanyaku sinis padanya.

“mau kuantar ke taman?” pintanya.

“tidak perlu.”

“cuaca sudah mendung, biar kuantar.”

“aku bilang tidak usah.” Ucapku dan meninggalkannya.

+++

Sesampainya aku di taman. Ini hari sabtu tetapi mengapa taman sesepi ini. Biasanya juga anak-anak kecil bermain disini tetapi ini hanya sedikit yang datang kesini. Aku duduk di salah satu bangku taman, menunggu Minho oppa dan disampingku sudah ada kue untuk Minho oppa.

Ini sudah jam 3 lewat, tetapi Minho oppa belum datang juga.

2 jam berlalu dan Minho oppa masih belum datang.

Ini sudah pukul 7 dan Minho oppa tidak datang juga. Kuhubungi ponselnya juga tidak aktif. Aku melihat dari kejauhan seseorang dengan postur tubuh yang tinggi dan sudah kuketahui itu Minho oppa. Tetapi, ia dengan seorang perempuan? Siapa dia? Apa sepupunya?

“Jiyeon-ah,” panggilnya.

“Minho oppa, kenapa kau lama sekali? Aku sudah menunggumu dari siang,” ucapku.

“Jiyeon-ah, maafkan aku.”

“eh? Kenapa oppa?” tanyaku tak mengerti apa yang Minho oppa maksud.

“kita putus ya.” Jleb. Sungguh ini bukan mimpi? Ini nyatakah? Minho oppa memutuskanku tepat dihari jadinya kita.

“k-kenapa memangnya oppa?” ucapku sambil menahan tangisku.

“hem, aku sudah jadian dengan Suzy 2 minggu ini, dan aku tidak bisa membohongi perasaan diriku Jiyeon-ah, aku menyayangi Suzy dan aku sudah tidak menyayangimu, maafkan aku. Lebih baik sekarang kita berteman saja. Aku pergi dulu, dah” jadi ini? Ini spesial? Ya Minho oppa, kau..sungguh aku masih tak percaya ini.

Kue ini, rasa sayang ini untuk Minho oppa, semuanya. Ya. Tak terasa air mataku turun begitu saja. Dan hujan, ya langit kenapa kau tahu perasaanku saat ini, hah?

“Minho oppa, kau benar-benar..” racauku ditengah hujan.
Aku menangis sejadi-jadinya ditengah hujan. Beruntunglah di taman sepi jadi tidak ada yang melihat. Sungguh, aku masih tidak percaya dengan apa yang terjadi.

“Minho oppa….”

“JIyeon-ah..” panggil seseorang.

Aku menoleh dan melihat siapa yang memanggilku.

“kau..”

JIYEON POV END

TAEMIN POV

Karna aku khawatir Jiyeon tak kunjung pulang dari siang, maka aku menyusulnya ke taman. Benar saja dia masih disana, menunggu Minho hyung. Malam ini sudah mau hujan tapi Jiyeon tetap menunggu Minho hyung. Tunggu, itu Minho hyung, ia datang bersama Suzy. Mau apa ia? Apa ia..

Benarkan, ini yang sudah kuduga sedari tadi. Minho hyung memutuskan Jiyeon dan sekarang ia meninggalkan Jiyeon begitu saja. Melihatnya menangis itu membuat hatiku juga sakit. Hujan turun disaat seperti ini. Aku pergi menuju mobilku dan mengambil payung. Jiyeon masih menangis disana. Kubukakan payung ini untuknya.

“JIyeon-ah,” panggilku. Ia menoleh.

“kau..”

“pakai ini, nanti kau sakit.” Ucapku dan memakaikan jaketku padanya dan akupun tetap memegang payungku agar ia tidak kehujanan lagi.

“Taemin-ah, kau benar. Maafkan aku.” Ucapnya dan memelukku. Deg! Sungguh aku tak kuat melihatmu menangisi seseorang yang sudah brengsek terhadapmu JIyeon-ah.

“kau tidak perlu meminta maaf padaku Jiyeon-ah,”

“tapi ucapanmu benar. Maafkan aku tidak mempercayai temanku sendiri,” teman. Aku memang hanya teman bagimu Jiyeon-ah.

“sudah, jangan kau tangisi lagi. lebih baik kau pulang sekarang, umma mu sudah mencarimu dan ia juga memintaku untuk menyusulmu kesini,” ucapku bohong.

“iya,” ucapnya pelan.

Didalam mobil, Jiyeon terlihat pucat dan badannya bergetar.

“Jiyeon-ah, kau sakit?” tanyaku. Ia hanya menggeleng, lemah dan ia pingsan. Kupegang dahinya, sangat panas.

“badanmu panas,” ucapku khawatir. Segera aku membawa mobilku dengan cepat ke rumah.

Sesampainya di rumah Jiyeon, aku lalu menggendongnya masuk ke dalam rumahnya. Umma Jiyeon terlihat sangat cemas melihat Jiyeon.

“imo, badan Jiyeon panas. Tadi ia kehujanan.”

“benarkah? Taemin-ah, tolong cepat bawa Jiyeon ke kamarnya,” ucap umma Jiyeon dengan cemas.

Dokter sudah memeriksa Jiyeon, dan Umma Jiyeon memintaku untuk menemani Jiyeon disini. melihatnya terbaring lemah di atas kasur membuatku ingin menangis dan menyesali apa yang telah terjadi tadi.

“Minho oppa, jangan tinggalkan aku,” racau Jiyeon. Sakit memang mendengarnya. Ia terus menyebutkan nama Minho hyung. Begitu cintanyakah kau dengan Minho hyung? Dan tidak inginkah membukakan hatimu untuk yang lain, dan itu aku?

Jiyeon membuka matanya, melihat kesekelilingnya.

“kau sudah bangun, tadi kau pingsan selagi di mobilku. Badanmu panas sekali. Dokter sudah memeriksamu dan kau diminta untuk istirahat selama beberapa hari ini,” jelasku.

“Taemin-ah, lebih baik kau pulang.”

“eh? Kenapa?”

“aku ingin sendiri,” sejujurnya aku benar-benar ingin disini menemaninya tetapi ia memintaku pergi.

“baiklah, aku pulang. Kau, istirahat yang cukup ya,” ucapku sambil mengelus rambutnya. Ini mungkin sedikit membuat Jiyeon heran mengapa aku seperti ini, tapi biarkanlah seperti ini. Ia hanya mengangguk kecil. Sejujurnya sangat berat hati aku meninggalkan kamar Jiyeon.

+++

TAEMIN POV END

JIYEON POV

Aku membuka mataku dan melihat ini berada di kamarku. Aku melihat Taemin disampingku dengan wajah ya mungkin terlihat sangat cemas.

“kau sudah bangun, tadi kau pingsan selagi di mobilku. Badanmu panas sekali. Dokter sudah memeriksamu dan kau diminta untuk istirahat selama beberapa hari ini,” jelasnya. Sungguh, perkataanku tadi pagi dan kemarin ingin kutarik kembali. melihat Taemin sekarang aku benar-benar menyesal tidak mempercayai perkataannya kemarin. Hati kecilku terus meminta maaf padanya.

“Taemin-ah, lebih baik kau pulang.” Aku memintanya pulang karna aku benar-benar ingin sendiri. Aku ingin melupakan semua yang terjadi. Melupakan Minho oppa, melupakan perkataanku yang tidak baik kepada Taemin, aku ingin melupakan semuanya.

“eh? Kenapa?”

“aku ingin sendiri,”

“baiklah, aku pulang. Kau, istirahat yang cukup ya,” ucapnya sambil membelai rambutku. Teman yang baik. Ia terlalu baik untukku. Sangat baik.

Malam ini aku benar-benar tidak bisa tidur. Membayangkan Minho oppa berkata seperti itu, terasa sakit. Sangat sakit. Benar-benar membuatku. Argh! Lebih baik aku mati. Agar aku tidak pusing memikirkan ini.

+++

Sampai pukul 5 pun aku masih tidak bisa tidur. Aku pergi keluar rumah. Berjalan didinginnya pagi ini. Tidak tahu arah tujuanku kemana, tetapi saat ini aku sangat ingin ke atap sekolah. Tempat dimana aku selalu mencurahkan perasaanku.

Atap sekolah ini, benar-benar menjadi saksi bisuku selama ini.

“aku ingin Minho oppa kembali kepadaku..” ucapku pada atap sekolah. Hening dan tak ada jawaban. Itulah atap sekolah.

“kau tau begitu sakitnya saat Minho oppa memutuskanku disaat hari jadi kami? Disaat aku ingin menjadi yang special untuk dirinya, tapi ia malah memutuskanku dan berpacaran dengan adik kelas,” masih racauku.

“sungguh aku masih tak percaya apa yang Minho oppa katakan kemarin,” racauku lagi, kali ini dibarengin dengan turunnya air mataku.

“itu membuatku sakit dan sangat frustasi saat ini,” masih dengan derasnya air mataku.

“kau tau, lebih baik aku pergi dari sini. Aku sudah tidak tahu kepada siapa aku mencurahkan perasaanku kecuali pada atap sekolah”

“tapi..dengan atap sekolahpun tidak ada jawaban yang benar-benar bisa membangkitkanku, tapi aku berterima kasih kepadamu atap sekolah, walau tak pernah memberikan jawaban padaku tapi setidaknya kau sudah mau menampung curahanku selama ini,”

“terima kasih sudah mau mendengarkan curahanku, aku pergi..”

Mungkin aku benar-benar gila melakukan ini, tetapi ini lebih baik. Sudah tidak ada yang peduli denganku lagi. lebih baik aku mati. Yah, melompat dari atap gedung sekolah satu-satunya cara yang paling bagus.

Aku berjalan perlahan dengan masih derasnya ari mataku, aku sudah tidak jelas melihat apa yang didepanku…

“Jiyeon-ah, jangan!!”

JIYEON POV END

AUTHOR POV

“Jiyeon-ah jangan!!” teriak Taemin dari belakang dan segera memeluk Jiyeon agar ia tidak melakukan ha itu.

“ya Taemin-ah, mau apa kau kesini, hah?”

“kumohon jangan lakukan ini Jiyeon-ah” ucap Taemin memohon.

“jangan halangi aku Taemin-ah, lebih baik aku mati. Sudah tidak ada yang peduli terhadapku lagi sekarang. Minho oppa, ia benar-benar telah meninggalkanku sekarang, lebih baik aku mati,” ucapnya dengan derasnya air mata. Taemin semakin mengeratkan pelukannya agar Jiyeon tidak nekat melompat.

“jangan kau pikir di dunia ini hanya Minho hyung yang peduli kepadamu Jiyeon-ah. Tidakkah kau berfikir masih banyak lelaki disana yang sebenarnya masih peduli terhadapmu hah?” ucap Taemin. Jiyeon hanya diam dan masih dalam keadaan menangis.

“Jiyeon-ah, kau tau, selama ini aku juga peduli terhadapmu..”

“kau peduli terhadapku hanya sebatas teman, tidak seperti Minho oppa..”

“ya! Kepedulianku terhadapmu lebih besar daripada Minho hyung, Jiyeon-ah!” teriak Taemin. Jiyeon membalikkan badannya menghadap Taemin.

“maksudmu?” Tanya Jiyeon, bingung. Taemin menatap Jiyeon, menatap dengan tatapan penuh kasih sayang. Jiyeon masih tidak mengerti apa maksud Taemin.

“aku peduli kepadamu lebih dari sebatas teman Jiyeon-ah..” ucap Taemin yang mungkin masih membuat Jiyeon bingung.

“lebih dari sebatas teman?” masih Tanya Jiyeon. Taemin menghembuskan nafasnya beberapa kali. Ia masih tidak tau bagaimana menyatakannya kepada Jiyeon.

“aku sayang padamu Jiyeon-ah..” akhirnya kalimat itu Taemin katakan juga kepada Jiyeon.

Jiyeon hanya membelalakkan matanya tak percaya.

“Taemin-ah, kau jangan bercanda. Jangan seperti ini kalau memang..”

“aku tidak bercanda Jiyeon-ah, sungguh.” Ucap Taemin meyakinkan.

“kau temanku Taemin-ah, rasa sayangku kepadamu juga hanya sebatas teman”

“aku mengerti. Aku..aku hanya ingin kau mengetahui perasaanku yang selama ini kupendam. Jujur, melihatmu kemarin diperlakukan seperti itu oleh Minho hyung membuatku sakit Jiyeon-ah.”

“benarkah?”

“iya, kumohon kalau kau masih mau menganggapku temanmu dan ya menyayangiku hanya sebatas temanmu, kumohon jangan lakukan ini. Kembalilah pulang ke rumah, tanpa Minho hyung disampingmu, masih ada aku yang peduli terhadapmu..kumohon” pinta Taemin pada Jiyeon.

Jiyeonpun menuruti permintaan Taemin.

Mereka tidak langsung pulang ke rumah dan masih duduk di atap sekolah.

“seberapa lama kau memendam perasaanmu padaku Taemin-ah?” Tanya Jiyeon.

“semenjak aku mengenal rasa sayang kepada seorang perempuan,” jawab Taemin.

“dan itu aku?” Taemin hanya mengangguk.

“aku tidak memaksamu untuk bisa menerimaku, Jiyeon-ah.” Kali ini Jiyeonlah yang diam. Taemin memandang Jiyeon dan menangis. Jiyeonpun menangis, tak tau mengapa ia menangis.

“kau tau, kalau kau masih merasa sakit karna Minho hyung, datanglah kepadaku. Curahkan saja padaku, jika itu yang kau mau. Aku akan selalu ada buatmu Jiyeon-ah, kapanpun dan dimanapun. Aku bersumpah.”

Mendengar ucapan Taemin, membuat Jiyeon merasa sakit. Secara tidak langsung, saat Jiyeon masih bersama Minho dan Taemin ada diantara mereka, itu sama saja membuat Taemin sakit. Jiyeon menyadari ini sekarang dan kembali ia menangis.

“Taemin-ah, maafkan aku.”

“sudah kubilang tidak ada yang perlu kau salahkan, Jiyeon-ah,” ucap Taemin sambil menghapus air mata Jiyeon.

“jangan kau merasa tidak ada yang peduli kepadamu lagi ya Jiyeon-ah, masih ada aku disini.” Ucap Taemin dengan tatapan penuh kasih sayang terhadap Jiyeon. Jiyeon hanya menangguk mengerti dan tersenyum.

“trima kasih, Taemin-ah,” ucapnya sambil tersenyum. Taeminpun ikut tersenyum melihat Jiyeon tersenyum dan memeluknya. Sangat erat sambil membelai lembut rambut Jiyeon.

“Taemin-ah, aku berjanji pada diriku sendiri untuk bisa menyayangimu lebih dari sebatas teman mulai saat ini, aku berjanji Taemin-ah,” ucap Jiyeon sambil membalas pelukan Taemin.

“tidak usah memaksakan diri jika kau tidak bisa Jiyeon-ah,”

“aku akan berusaha mulai saat ini, bagiku, kau lebih baik dari dirinya, sungguh,” ucap Jiyeon masih dengan senyuman.

“trima kasih Jiyeon-ah,” ucap Taemin tersenyum dan mengecup kening Jiyeon.

END

Advertisements

12 Responses to “[FF TAEJI] BETTER”

  1. faliandaclara December 21, 2011 at 12:37 pm #

    Kependekan cha~~~~

    Tapi udh bagus kok ff nya, suer deh!!
    Bahasanya udh bagus ><

    Si minho sompret bgt, minta dibejek!! Hahaha

  2. chaic December 21, 2011 at 1:17 pm #

    kependekan yah la? iya nanti kapan2 bikin yg lebih panjang ff nya :’) makasi ya la~~~ *kisshug*

  3. whiekyuyeonhaeri December 21, 2011 at 2:48 pm #

    minpa kejamnya kau….
    author ceritanya keren…sumpah..d tunggu ff taeji selanjutnya…

  4. whiekyuyeonhaeri December 21, 2011 at 2:49 pm #

    minpa jahat…!! chingu ceritanya keren … sumpah !!
    d tunggu ff taeji selanjutnya …

    • chaic December 22, 2011 at 5:05 am #

      hehe makasi yaaaaaa 🙂 amiin amiiiiin nanti kusisi ff taeji terus deh :p

  5. dailyfanbooth December 27, 2011 at 8:29 am #

    udah Jiyeon jadian aja sama Taemin *out of topic

    bagus thor, cuma menurutku fel Jiyeon patah hati kurang

    tapi semoga aja Taemin gak jadi pelarian

    oh iya aku tahu passwordnya dari oniie Grace

    • chaicc December 27, 2011 at 8:37 am #

      amin amin semoga mereka beneran jadian :’) *taeji mode on* ini masih ngegantung ceritanya, banyak yg pingin minta dibikin sequelnya, jd kemungkinan nanti sequelnya aku bikin, 2-3 part lah buat nyelesein gimana kisah taeji selanjutnya 🙂 ohiyaa pass jgn disebar yaa~

  6. Nurul January 13, 2012 at 5:27 pm #

    Semoga aja kisah Jiyeon sama Taemin ini beneran,,, soalnya aku dukung banget pasangan TaeJi!!!! Ceritanya bagus banget,,, aku tunggu ff TaeJi berikutnya!!!!

    • chaicc January 15, 2012 at 11:18 am #

      amiiiiiiiiiiiiin :’) makasi yaaa, aku jg dukung bgt couple ini *semoga mereka beneran* 🙂

  7. hilda February 14, 2012 at 5:51 pm #

    Ahh knapa minho gw jahat bgt…
    Hahaha cha keren ff nyaa…
    TAEJI menurut gw emg cocok bgt
    Moga mereka real dee
    Kkk~

    • chaic February 14, 2012 at 6:04 pm #

      wakakakakakaka maap ya minonya ane bikin jaat :p emang mereka cocok tp yg ngepair mereka itu dikit banget-_- amiiiiiiiiiin bgt ya allah amin~

  8. adriannalian September 21, 2013 at 6:48 pm #

    Yes Jiyeon putus ama Minho yuhooo, tapi kok gag happy ending ya masih gantung gitu ceritanya 😦 pengennya TaeJi jadian heheheee

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: