[FF TAEJI] WE ARE BACK!! PART 1

23 Dec

Title: WE ARE BACK PART 1
Author: Icha Fasya Hapsari a.k.a Chaic/ichayam
Cast: Lee Taemin, Park Jiyeon
Support Cast: Lee Jieun (IU), Bae Suzy, Choi Minho, Lee Onew, Jeon Boram, Kwon Sohyun, Son Dongwoon, Kim Kibum, Lee Sungmin, Lee Donghae, Lee Hyukjae, Cho Kyuhyun, Shin Dongho
Genre: Romantic, Life
Rating: G/PG-15
Length: Twoshoot

AUTHOR POV

“Jiyeon-ah, kudengar Taemin berpacaran dengan Suzy, anak kelas 1 itu,” ucap Jieun kepada Jiyeon. Jiyeon yang sedang membaca majalah fashion untuk bulan inipun menoleh ke Jieun.

“lalu? Apa urusannya denganku, eo?” ucapnya acuh dan kembali melanjutkan membaca majalahnya tersebut.

“aish, Taemin kan mantanmu, apa kau tidak cemburu? Eo? Lagipula kau masih menyayanginya kan?” Tanya Jieun kembali dan itu membuat Jiyeon menaruh majalahnya itu dengan kasar.

“siapa bilang aku masih menyayanginya, eo? Aku sudah melupakannya,” ucap Jiyeon lalu meninggalkan Jieun.

Jiyeon berjalan melewati barisan kelas 1. Banyak adik kelas Jiyeon yang menyukainya, tetapi Jiyeon menolaknya dengan lembut, pada saat ia masih bersama Taemin. Sekarang? Walau ia sudah tak berpacaran dengan Taemin, ia tetap menolak jika adik kelas memintanya untuk menjadi pacarnya dengan alas an “aku ingin fokus sekolah dulu”.

Ia berjalan dan ketika di depan suatu kelas, ia melihat pemandangan yah yang cukup bahkan sangat membuat Jiyeon muak melihatnya. Ya, itu adalah Taemin yang sedang bersama Suzy. Bermesra-mesraan di depan kelas Suzy. Kau tau? Seketika Jiyeon langsung berjalan cepat agar ia tak melihat pemandangan yang sebenarnya membuat Jiyeon cemburu, kesal, jengkel, dan campur aduk.

Ketika ia mencoba untuk menghindar dari pemandangan yang tidak enak, Suzy memanggilnya.

“Jiyeon eonni, annyeong” sapanya sambil melambai tangan kepada Jiyeon.

Jiyeon yang terkenal sangat ramah kepada semua orang ini mau tak mau harus menjawab sapaan adik kelasnya itu.

“ne, annyeong Suzy-ah,” ucapnya sambil tersenyum paksa.

Suzy berjalan ke arah Jiyeon. Taemin sempat menahannya untuk tidak menghampirinya, tetapi Suzy tetap mendekati Jiyeon.

“eonni, sabtu ini kau ada acara?” Tanya Suzy.

“ani, wae?” Tanya Jiyeon balik.

“aku ingin mengundang eonni ke acara ulang tahunku, aku sangat berharap eonni datang,” pinta Suzy yang sebenarnya membuat Jiyeon berpikir aku-tidak-akan-datang-ke-acaramu

“ah ya, aku usahakan akan datang,” ucap Jiyeon sambil tersenyum.
Suzy merasa senang atas respon Jiyeon tersebut.

“Suzy-ah, sudah tidak ada yang ingin kau bicarakan padaku?” Tanya Jiyeon. Suzy menggeleng sambil tersenyum dan memperlihatkan gigi kelincinya itu. Jiyeon pamit dengan cepat karna melihat Taemin yang sedari tadi saat melihatnya bersama Suzy dengan tampang kusut.

Sebenarnya TAEJI (sebutan nama mereka yang diberikan teman-teman sekolanya) dulu berpacaran dan ya sangat lama hubungan mereka. Mereka berdua sangatlah romantic. Dan mereka sangat terkenal di sekola ini. Jiyeon yang cantik dan ramah pada semua orang yang membuat banyak anak-anak sekolah mereka yang sangat menyukainya dan ingin berteman dekat dengan Jiyeon. Sedangkan Taemin, ia namja tampan, baik dan sangat jago ngedance. Bisa dibilang, anak-anak sekola sangat menyukai pasangan TAEJI ini. TAEJI yang dulu saat masih berpacaran sering pergi ke kantin berdua, atau mereka sering pergi ke perpustakaan untuk sekedar ngobrol-ngobrol dan akan tertawa sangat kencang yang membuat seluruh penghuni perpustakan menegur mereka.

Tetapi, suatu hari, saat Taemin kelas 2, salah seorang adik kelas mereka, Suzy, dengan nekat menyatakan perasaannya pada Taemin. Pada saat itu, Taemin masih menolak Suzy dan menjadikan Suzy sebagai adiknya saja. Tetapi, apa daya Suzy anak yang keras kepala dan pantang menyerah. Ia tetap mengejar Taemin, hingga pada suatu hari, Taemin marah besar kepada Jiyeon karna Jiyeon tertangkap sedang berciuman dengan Minho, yang tak lain adalah sahabatnya sendiri. Taemin sangat marah besar melihat apa perlakuan sahabatnya dan kekasihnya itu.

Berkali-kali Jiyeon menjelaskan bahwa itu tidak seperti apa yang Taemin lihat, tetapi Taemin tidak percaya dan akhirnya memutuskan Jiyeon, di depan banyak orang-orang.

Mengetahui itu, Suzy dengan cepat meminta Taemin untuk menjadikan pacaranya, walau pada awalnya Taemin masih dengan terpaksa menerima Suzy.

Hal itu sudah terjadi sekitar 2 bulan lalu. Jiyeon sudah benar-benar melupakan Taemin dan tidak mau mengingat-ingat kembali kenangannya bersama Taemin. Tapi dalam hati Jiyeon, sebenarnya ia masih mencintai mantan kekasihnya itu.

+++

Sabtu ini, dimana hari ulang tahun Suzy, ia dan Jieun terpaksa datang karna dari kemarin-kemarin Suzy tetap memaksa Jiyeon untuk datang. Karna ia tak mau datang sendiri, akhirnya Jiyeon meminta Jieun untuk menemaninya.

Sesampainya di rumah Suzy, sudah banyak tamu yang datang. Lagi-lagi, namja adik kelas banyak yang menyapa Jiyeon dan menawarkan minuman untuknya, dan ia tetap menolak.

Sebenarnya, alasan sesungguhnya Jiyeon tak mau menerima namja-namja disekitarnya karna ia masih mencintai Taemin, walau sebenarnya ia sudah tau bahwa ia dan Taemin tidak akan kembali bersatu.

Saat masuk ke dalam ruangan tersebut, Jiyeon memberikan hadiah untuk Suzy dan diterima oleh Suzy dengan senang. Jiyeon juga sudah merasa muak dengan pemandangan didepannya, tak lain itu adalah Taemin. Taeminpun memasang tampang sangat sinis pada Jiyeon. Begitu juga Jiyeon, ia segera membuang muka dan pergi ke tempat lain bersama Jieun.

“kau lihat? Tampang Taemin sangat tidak enak,” ucap Jieun. Jiyeon mengacuhkan ucapan sahabatnya itu dan mengambil minum.

Saat sedang menikmati irama music pesta yang sudah dimulai sedari tadi, Minho datang menghampiri Jiyeon dan Jieun.

“Jiyeon-ah,” panggilnya dan Jiyeon hanya tersenyum.

“ne, wae?” Tanya Jiyeon. Sebenarnya Jiyeon memiliki perasaan yang sangat jengkel dan sangat marah dengan Minho, sahabat, ehem lebih tepatnya mantan sahabat Taemin. Ya, karna dia sewaktu itu menciumnya dengan yang sebenarnya tidak diinginkan Jiyeon yang membuat Taemin dan dirinya putus.

“ani, kau kesini hanya berdua dengan Jieun?” tanyanya kembali. Jiyeon hanya mengangguk.

Disaat Jiyeon, Jieun dan Minho sedang asik ngobrol, dari kejauhan Taemin melihat mereka dan tetap memasang tampang sinis. Bagaimana tidak? Sebenarnya Taeminpun masih mencintai mantan kekasihnya itu, tetapi mengingat kejadian itu membuat ia membenci keduanya, Jiyeon dan Minho.

“oppa, gwaenchana? Sedari tadi oppa diam saja dan memasang tampang gak enak gitu selama pesta ulang tahunku,” ucap Suzy. Taemin hanya menggeleng sambil mengelus kepala Suzy dengan lembut.

Sebenarnya, Taemin masih menginginkan Jiyeon. Ia rindu akan yang ia lakukan kepada Jiyeon, seperti yang baru saja ia lakukan kepada Suzy. Jiyeon selalu merasa senang jika Taemin melakukan itu terhadapnya.
Pesta sesungguhnya dimulai sekarang. Semuanya menyanyikan lagu selamat ulang tahun kepada Suzy. Sebelum Suzy meniup lilin, ia make a wish terlebih dahulu.

Fiuh..

Lilinpun ditiup dan semua bersorak. Semua memberinya selamat. Dilanjutkan dengan potong kue. MC pada acara ulang tahun Suzy meminta Suzy untuk memberikan kue pertamanya kepada seseorang yang special. Semua bersorak memanggil Taemin. Taemin Taemin Taemin. Suzypun memberikan kue pertamanya pada Taemin, yang tak lain adalah kekasihnya. Jiyeon yang melihat ini ikut bertepuk tangan dan tersenyum, miris. Sebenarnya ia tak ingin melihatnya. Air matanya terasa tertahan.

“kuberikan kue ini special untuk kekasihku, Taemin oppa” ucap Suzy dengan penuh bahagia.

Taemin hanya tersenyum mendengan ucapan Suzy dan menerima kue itu. Hal yang tak dibayangkan terjadi. Dengan cepat dan mungkin sangat cepat, Suzy mencium bibir Taemin. Sangat cepat dan sebentar namun itu membuat Taemin terkejut dengan apa yang Suzy lakukan barusan.

Semua tamu berteriak dan bersorak melihatnya, tak terkecuali dengan Jiyeon. Ia merasa ada ribuan jarum dan pisau yang sedang menerkam jantungnya saat ini. Sakit, itu sangat sakit. Jiyeon yang tak kuat melihat inipun segera pergi keluar ruangan dan menangis sejadi-jadinya. Ia benar-benar tak bisa membohongi perasaannya sendiri bahwa ia masih benar-benar mencintai Taemin.

Jieun yang melihat Jiyeon diluar dengan derasnya air mata segera menghampiri Jiyeon.

“Jiyeon-ah, gwaenchana?” tanyanya. Jiyeon hanya mengangguk tanda bahwa ia tidak apa-apa.

“aku ingin pulang, Jieun-ah. Aku duluan,” pamit Jiyeon dan segera berlari.

Di dalam taxi, Jiyeon menangis sejadi-jadinya atas apa yang ia lihat. Suzy mencium Taemin. Itu membuat Jiyeon sangat sakit.

“neomu apha, jinjayo” itulah yang Jiyeon katakana selama diperjalanan pulang.

+++

AUTHOR POV END

TAEMIN POV

Apa itu nyata? Seberani itu Suzy menciumku didepan banyak orang? Kau tau, itu membuatku sangat malu. Kulihat dari kejauhan, ah dia. Wanita yang sebenarnya aku masih ingin memilikinya, Jiyeon. Ia terlihat sangat terkejut dengan apa yang barusan terjadi.

Kemudian, kulihat ia berlari keluar. Apa ia merasa cemburu melihatnya? Jujur, jika ia masih memiliki perasaan yang sama denganku, itu membuatku senang. Tetapi apa daya, mengingat ia dulu pernah berciuman dengan Minho saja membuatku muak untuk melihatnya. Tapi sejujurnya aku masih ingin memilikinya, dan sekarang walau aku sudah bersama Suzy, aku hanya terpaksa menerimanya karan ia terus memaksaku untuk menjadi pacarnya.

Pesta ulang tahun Suzypun selesai. Aku pamit pulang pada Suzy dan kedua orang tuanya.

Dijalanpun aku masih tidak dapat berpikir secara normal. Bayangan Suzy menciumku masih teringat. Sungguh aku sangat malu jika mengingat itu. Dan Jiyeon, aku masih memikirkan jika ia sakit melihat apa yang terjadi tadi, sungguh aku sangat tak ingin melihatnya sakit karnaku. Ah, lupakan. Jiyeon juga pernah melakukannya dulu, jadi sekarang kita impas.

+++

Seminggu berlalu setelah pesta ulang tahun Suzy. Dan seminggu ini juga aku belum melihat wajahnya, Jiyeon. Kemana dia? Hah, aku senang tidak dapat melihatnya lagi di sekolah, karna setiap melihat wajahnya saja emosiku memuncak, lagi-lagi karna masalah itu.

Kau tau mengapa sekarang aku begitu membenci Jiyeon? Dia mengkhianatiku! Ia berpacaran dengan Minho dan berciuman dengannya. Kalau boleh jujur, sebenarnya aku dan jiyeon saja belum pernah berciuman. Tetapi, mengapa ia melakukan itu, dengan Minho sahabat, ehem mantan sahabatku pula? Eo? Mengingat itu membuatku sakit. Jiyeon juga menjelaskan padaku bahwa itu tidak benar, tapi nyatanya, aku tidak percaya semua itu. Kuputuskan dia didepan orang-orang, yah kutau mungkin itu membuatnya malu dan mungkin sekarang ia membenciku juga karna itu, tapi itu impas buatku. Biar di tau rasa. Tetapi, sejujurnya hati kecilku selalu berkata bahwa aku masih sangat menyanynginya. Tetapi, sekarang aku sudah memiliki Suzy dan aku akan mencoba menyayangi Suzy sama halnya aku menyayangi Jiyeon dulu.

Hari ini rapat para anggota ekskul PA (Pencinta Alam), aku menjadi anggota PA, bersama dengan Suzy dan Jiyeon juga tentu. Onew hyung, ketua ekskul ini dan sekaligus adalah hyungku sendiri memerintahkan untuk seluruh anggota ekskul PA berkumpul di ruang aula untuk membicarakan soal hiking yang akan dilaksanakan minggu depan. Aku dan Suzy datang ke aula bersama-sama. Sebenarnya aku kurang yakin dengan Suzy untuk mengikuti hiking ini. Ia terlalu manja dan lemah untuk perjalanan seperti ini. Aku juga sudah memintanya untuk tidak ikut karna bisa membuatnya capek tetapi dia tetap kekeh ingin ikut. Aku khawatir jika disana Ia merengek minta pulang pada kami.

Aku tau betul, Suzy tidak suka dengan petualang-petualang seperti ini, aku tau ia ikut ekskul ini hanya ingin bersamaku. Sungguh, itu sangat sesuatu. Yah, lain dengan Jiyeon. Jiyeon mengikuti ekskul ini memang ia berjiwa petualang. Janga tertipu dengan parasnya yang begitu cantik bahwa ia adalah wanita yang hanya senang berlanja ke mall atau pergi ke salon. Jiyeon memang suka ke salon dan belanja, tapi untuk petualang seperti ini, ia akan lebih bersemangat lebih dari apapun.

Hah, kenapa selalu terbayang dan teringat Jiyeon saat ini.
Semua anggota ekskul sudah berkumpul di aula. Aku juga sudah melihat Jiyeon bersama Jieun, sahabatnya. Minho juga sudah ada disana.

“baik, karna semua sudah berkumpul, saya akan menjelaskan tentang hiking kita tahun ini. Perjalanan akan dimulai jumat depan, berkumpul di sekola jam 6 pagi. Membawa semua peralatan yang dibutuhkan. Dan juga, jangan lupa membawa obat-obatan, kotak p3k dan jaket tebal karna disana nanti akan dingin, mengerti kalian semua?” jelas Onew hyung. Semua mengerti akan penjelasan Onew hyung.

“dan sebelumnya, kita sudah membagi 4 kelompok untuk perjalan ini. Untuk kelompok 1 diketuai oleh saya sendiri, Onew dengan anggotanya Boram, Jieun dan Kibum. Kelompok 2 ketuanya Minho dan anggotanya Suzy, Dongwoon dan Krystal. Kelompok 3 ketuanya Donghae, anggota Eunhyuk, Kyuhyun dan Sungmin dan kelompok 4 yang terakhir ketua Taemin, anggota Jiyeon, Dongho dan Sohyun.” Jelas Onew hyung yang sontak membuatku terkejut.

Kenapa aku sekelompok dengan Jiyeon? Kulihat Suzy cemberut mengtahui ia tak sekelompok denganku.

“oppa, eotte? Masa aku tidak sekelompok denganmu,” ucapnya Manja.

“hyung, apa nggak bisa tuker anggota kelompok?” pintaku dan Onew hyung menggeleng. Asih.

“nggak bisa. Sudah, nanti saat disana, saat perjalanan kalian jangan sampai terpisah dengan kelompok kalian masing-masing, mengerti” semua mengerti dan aku sungguh sangat bingung.

+++

Hari ini, hari dimana kita anggota PA sekola Kirin bersiap untuk melakukan perjalanan kita. Aku juga sudah membawa semua peralatan dan perlengkapan yang memang dibutuhkan.

Semuanya berkumpul di halaman sekola sesuai kelompok masing-masing. Penjelasan singkat dan berdoa bersama. Setelahnya, kita bersiap masuk ke dalam mobil bak terbuka(?) untuk bersiap ke tempat tujuan.

TAEMIN POV END

JIYEON POV

Aku sekelompok dengan Taemin dan dapat kulihat ekspresi wajahnya saat mengetahui itu sangat tidak terima. Aku juga sangat tidak terima dengan keputusan Onew oppa dengan membuat aku dan Taemin sekelompok, eo! Tetapi beruntungnya disini aku sekelompok dengan Sohyun, adik kelas yang memang sudah lumayan aku mengenalnya.

“eonni, ini pengalaman pertamanku. Aku sangat senang sekaligus degdegan,” jelas yeoja imut ini. Kau tau? Aku sangat menyukai wajah imut Sohyun, ia sangat imut seperti bayi.

“ne, tapi petualangn ini akan sangat membuatmu berkesan Sohyun-ah,” jelasku.

Kulihat semuanya bersenang-senang, aku juga ikut senang melihatnya.
Petualangan ini akan dimulai. Ah tahun lalu aku bisa merasakannya bersama dengannya, Taemin. Sangat mengasyikkan memang, Taemin sangat berani dan ia dulu menjagaku sekali padahal aku juga lebih berani darinya. Tapi ia selalu berkata ‘seberaninya kau, kau tetaplah seorang wanita yang harus dijaga, dan aku, tugasku adalah menjagamu’.

Tes.

Ahahaha, mengingat itu membuatku menangis. Tapi beruntungnya tidak ada yang sadar dan melihatku.

Sebetulnya, eommaku tidak mengijinkanku untuk ikut kali ini, ya karna setelah pulang dari rumah Suzy, taxi yang kutumpangi menabrak trotoar jalan dan membuatku sedikit mendapatkan luka di kaki. Tapi aku bersikeras untuk mengikuti ini. Walau memang masih ada sedikit rasa sakit di kakiku. Ah itu juga yang membuatku beberapa hari tidak masuk sekolah.

Sesampainya kami ditempat, Onew oppa menjelaskan kembali bahwa kita tidak boleh terpisah dari kelompok. Setelah penjelasan selesai, kamipun berpencar dan akan kembali pukul 5 disini untuk makan menyiapkan tenda.

JIYEON POV END

AUTHOR POV

“baik, untuk keselamatan perjalanan kita, mari kita berdoa dulu, berdoa mulai” pimpin Taemin pada kelompoknya itu.

“berdoa selesai. Ingat apa yang tadi Onew hyung bilang, kita tidak boleh berpencar, mengerti” jelas Taemin.

“ne..” jawab mereka.

Kelompok 1 sudah berjalan duluan ke arah selatan, kelompok 2 ke arah barat, kelompok 3 ke arah timur dan kelompok terakhir ke arah utara.
Selama perjalanan kelompok 4, Taemin terus memimpin di depan dan berbicara kepada anggotanya untuk berhati-hati dengan tanaman sekitar yang bisa membuat terluka. Jiyeon yang jenuh mendengarnya mendengus.

“kau sudah mengatakannnya berkali-kali Taemin-ssi, dan kami semua sudah mengerti dan akan berhati-hati!” jelas Jiyeon yang sontak membuat Taemin membalikkan badannya. Menatapnya penuh amarah.

“aku tidak menjelaskan ini untukmu, Jiyeon-ssi, tetapi pada Dongho dan Sohyun,” ucap Taemin sambil melanjutkan perjalanan kembali.

Jiyeon mendengus kesal atas apa yang Taemin katakan itu.

“noona, igeo mwoya?” Tanya Dongho pada Jiyeon.

“itu..” ucap Jiyeon yang terpotong karna Taemin memotong ucapannya.

“itu jamur beracun. Jangan kau sentuh, Dongho-ssi. Sangat berbahaya.” Jelas Taemin.

Dongho dan Sohyun mengangguk sementara Jiyeon? Mendengus dan menghela nafas panjang atas perilaku Taemin.

Semetara di kelompok lain.

“Minho oppa, aku takut,” ucap Suzy manja pada Minho dan bergelendot mesra di lengan Minho.

“jangan takut, ada aku disini,” ucap Minho manja pada Suzy dan mengacak-acak rambut Suzy.

“Suzy-ah, kenapa kau begitu manja pada Minho sunbae? Kalau Taemin sunbae lihat, kau bisa membuatnya sakit hati loh,” ucap Krystal.

“aku dan Minho oppa sudah jadian seminggu ini, dan hari ini akan memutuskan Taemin oppa. Sudah ya kau jangan ikut campur. Sudah sana berjalan dibelakang saja dengan Dongwoon sunbae,” ucapnya menyebalkan.

Kembali pada kelompok 4

“hyung, aku sudah mencium bau air curug,” ungkap Dongho.

“nado, aku juga sudah menciumnya,” jawab Taemin. “ayo, semangat sebentar lagi kita sampai.” Lanjutnya kembali.

Tak berapa lama, kelompok 4 sampai di curug (air terjun kecil). Mereka terlihat sangat senang. Dongho langsung berlari mendekati curug dan bermain-main dengan air. Begitu juga dengan Taemin dan Sohyun.

“eonni, nggak ikut main air? Airnya sangat segar,” ucap Sohyun. Jiyeon hanya menggeleng dan mengatakan.

“aku duduk disini saja,” ucapnya. Sebenarnya Jiyeon merasa kakinya sangat sakit. Mungkin terlalu lama berjalan.

Jiyeon mengeluarkan bekal untuk mereka semua. Melihat Dongho dan Sohyun sangat senang dengan pertama kalinya mereka kesini mengingat dulu Ia dan Taemin juga seperti itu.

“ya Park Jiyeon, lupakan,” ucapku.

Setelah lama mereka bermain, Dongho dan Sohyun mengahmpiri Jiyeon.

“noona, sudah boleh makan? Aku sangat lapar,” pintanya dan di jawab anggukan oleh Jiyeon.

“hyung, mari makan dulu,” ajak Dongho kepada Taemin. Taeminpun mengampiri mereka.

Saat makanpun, Jiyeon tak seperti biasanya yang biasanya ia bawel dan selalu berbicara saat makan, ini ia hanya diam saja.

“eonni, gwaenchana?” Tanya Sohyun. Jiyeon mengangguk tanda ia baik-baik saja.

Taemin diam-diam memperhatikan Jiyeon yang sedikit bahkan sangat berbeda.

“eonni, ini eonni yang buat? Enak sekali” puji Sohyun.

“gomawo Sohyunnie” jawab Jiyeon.

Taemin nggak berkomentar banyak soal makanan yang dibuatkan Jiyeon untuk mereka. Bahwa sejujurnya ia ingin mengakui bahwa makanannya sangatlah enak.

Selesainya mereka makan, mereka mengabadikan dengan berfoto dan bervideo. Jiyeon tertawa melihat kelakuan dua hoobaenya itu. Dan merasa sangat terhibur dengan mereka. Walau sebearnya kehadiran Taemin disitu membuatnya sedikit jengkel ya walau hati kecilnya tetap merasa senang bila ada Taemin disisinya.

“eonni, ayo turun sini main air sebentar,” Jiyeon mengangguk dan menghampiri mereka.

Taemin menatap Jiyeon sinis saat Jiyeon menghampirinya, dan Jiyeon? Ia malah menatap Taemin dengan tatapan teduh yang bisa diartikan aku-tidak-ingin-mencari-masalah-denganmu-saat-ini.

“noona, tolong fotokan aku dengan Sohyun ya. Kita mau pamer sama teman sekelas haha,” ucap Dongho dan ia berhigh five dengan Sohyun tanda bangga.

“oke, siap. Satu..dua..tiga”

Cekrek!

“huaaaaaaaaaaa bagus hasilnya. Sekarang noona yang kufoto bersama Sohyun, nanti gentian aku foto dengan noona. Aku akan pamerkan pada teman sekelasku yang menyukai noona, namanya Niel haha”

Jiyeon hanya tertawa mendengarnya. Sementara Taemin merasa jengkel dengan ucapan dongho dan seolah ekspresi wajahnya mengatakan beraninya-menyukai-jiyeon-eo!

Jiyeon juga berfoto bersama dongho. Mereka tertawa bersama, lain dengan Taemin, ia tetap melanjutkan memvideo pemandangan curug.

“hyung, bisa fotokan kami bertiga?” pinta Dongho. Taemin mengangguk dan segera mengambil kamera Dongho.

Deg.

Melihat Jiyeon tersenyum membuat Taemin merasa seperti saat pertama kali ia mengenal Jiyeon.

Cantik.

Ucapnya dalam hati.

“oke, satu..dua..tiga”

Cekrek!

Ia , melihat hasilnya. Matanya tertuju pada Jiyeon. Sangat cantik.

“huaaaaaa bagus sekali hasilnya. Sohyun-ah, kita bisa pamerkan ini pada Niel haha,” ucap Dongho sambil tertawa.

“nah, oppa, ayo sekarang oppa yang foto dengan Jiyeon eonni, kan kalian berdua sunbae kita disini,” pinta sohyun yang membuat TAEJI membelalakan matanya

“MWOYA?” ucapnya berbarengan.

“ayolah oppa, ini kan bakal jadi kenangan kita berempat disini,” mohon Sohyun.

Taemin masih berfikir keras, sementara Jiyeon.

“baiklah, kajja. Taemin-ah, ayo kita foto,” ucapnya sambil tersenyum tulus pada Taemin.

Taemin mengangguk dan bediri disamping Jiyeon. Ia melirik ke arah Jiyeon, Jiyeon sudah bersiap untuk difoto. Iapun mulai tersenyum untuk difoto.

“satu..dua..tiga”

Cekrek!

“hasilnya!!! Hyung, noona, kalian cakep sekali, woah” puji Dongho yang membuat Jiyeon hanya tersenyum.

Taemin melihat hasil fotonya.

Cantik..

Princess yang senang petualang.

Ucap Taemin dalam hati. Ia terus memperhatikan fotonya bersama Taemin. Tak sadar senyum Taemin mengembang melihat itu.

“oppa, ini sudah jam 4 sore, sebaiknya kita kembali sekarang saja,” pinta Sohyun.

“ne, kajja, bersihkan sampah kita tadi, cek semua bawaan kalian jangan sampai ada yang teringgal.”

Mereka meninggalkan tempat.

“aow” teriak Jiyeon yang membuat semuanya menengok kearah Jiyeon.

“noona, gwaenchana?” Tanya dongho khawatir.

“gwaenchana, hanya keseleo sedikit, hehe” ucap Jiyeon cengengesan.

“hah, jangan manja dan jangan berlebihan, Jiyeon-ssi.” Bentak Taemin pada Jiyeon dan kembali memimpin perjalanan.

Dongho dan Sohyun sangat kaget dengan ucapan Taemin barusan.

“tsk, egois” umpat Jiyeon dan kembali berjalan.

Cuaca mendung dan hujan turun.

“huaaaaa, hujan. Dongo-ya, kau bawa payung?” Tanya Sohyun.

“bawa, ini kau pakai bersama Jiyeon noona ya,” perintahnya.

Taemin masih sibuk mencari jas ujan yang ia bawa. Dongho juga mengeluarkan 3 jas ujan yang ia bawa untuk Jiyeon dan Sohyun dan memberikannya kepada mereka.

“wah dongho tanggap ya, sudah sedia jas ujan banyak,” ucap Jiyeon. “gomawo” jawabnya sambil menerima jas ujan dari dongho.

Mereka berjalan sangat hati-hati karna jalan sangat licin.

Sementara di tempat awal, 3 kelompok sudah berkumpul kembali. Jieun sangat khawatir dengan Jiyeon. Begitu juga dengan Onew yang sangat mengkhawatirkan adiknya itu.

“kemana kelompok 4 sih? Ini sudah hamper jam 5 tetapi mereka belum kembali. Dan lagi sekarang hujan.” Omel Onew.

“coba kau hubungi Taemin saja Onew-ya” tenang Boram pada kekasihnya ini.

“ne aku akan coba hubungi Taemin,”.

Sementara itu, Minho dan Suzy malah asik bercanda di dalam tenda tanpa memikirkan kelompok 4 yang sampai saat ini belum datang juga.

“Suzy-ah, Taemin oppa belum kembali. Apa kau tak khawatir dengannya?” Tanya Krystal.

“untuk apa? Nanti juga dia kembali kok, lagipula disana sudah ada Jiyeon eonni, mungkin disana dia sudah senang-senang hihi,” ucap Suzy.

Sementara ditempat Taemin..

Walkie talkie Taemin berbunyi

“Taemin-ah, neo eodisseo?” Tanya Onew penuh kekhawatiran.

“kami masih dijalan hyung, jangan khawatir, kami akan baik-baik saja” jawabnya.

Taemin mematikan walkie talkienya.

“ayo semua semangat. Dan tetap berhati-hati” perintah Taemin.

Perjalanan mereka tetap berlanjut.

Jiyeon merasa kakinya benar-benar sangat sakit dan tidak kuat berjalan. Tetapi ia memaksakan tetap berjalan. Ia berjalan dibelakang sementara yang lain sudah jauh di depan.

“neomu apha” ucanya sambil memegang luka di kakinya.

Berdarah. Ucapnya dalam hati. Ia duduk sebentar di bebatuan untuk melihat lukanya.

“aish, aku takut melihat darah sebanyak ini” dumel Jiyeon.

Jiyeon memaksakan berdiri dan mencoba menyusul mereka. Tetapi, ia tersandung dan jatuh.

“aaaoow!!”

TBC

Advertisements

3 Responses to “[FF TAEJI] WE ARE BACK!! PART 1”

  1. Nitz March 2, 2012 at 11:03 pm #

    Nice ff, lanjut baca next part.^^

  2. adriannalian September 26, 2013 at 12:21 am #

    Huaaa kasian banget si JIyi disini 😦 Taemin jahat!!! 😀
    aku rasa Minho disini iri ama Taemin ya walaopun mereka sahabatan Minho mau merampas apa milik Taemin?? halah Suzy bikin kesel aja!!

  3. Areum 'o' April 22, 2014 at 10:14 am #

    anyyeong thor ^^)/
    aku reader baru disini xD
    ijin baca ff taeji ne ^^)/
    wah jiyeon unnie kenapa tuh? suzy nyebelin aja jadi pho -_-

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: