[FF TAEJI] THIS TIME!

12 Apr

Title: This Time!

Author: Icha Fasya Hapsari a.k.a Chaic/ichayam

Cast: Lee Taemin, Park Jiyeon

Other Cast: Aku (someone who people don’t know(?)), Kim Kibum (Key) & Lee Jieun (IU), Choi Minho & Bae Suzy

Genre: Mistery, Angst

Rating: PG-17

Length: Oneshoot

**

“Jangan buka matamu sebelum aku yang menyuruh” perintah Taemin.

“ya, Taemin-ah. Ini gelap, untuk apa sih tutup-tutup mata?”

“sabar dulu, sedikit lagi. Ok, sekarang boleh buka matamu,”

Jiyeon membuka matanya sesuai perintah suaminya, Taemin.

“tada” ucap Taemin sambil merebahkan tangannya menunjukkan sebuah villa yang tidak cukup besar namun terlihat sangat modern.

Jiyeon tak percaya Taemin akan mengajaknya ke villa yang cantik. Terdapat banyak bunga-bunga cantik di pekarangannya, ada tempat bermain untuk anak-anak dan kolam berenang.

“woaaaaah, cantik sekali” takjub Jiyeon, “ini milikmu?” tanyanya pada Taemin.

Taemin mengangguk, “suka?” Tanya Taemin. Jiyeon mengangguk hebat dan tersenyum bahagia.

“sangat suka Taemin-ah, terima kasih sudah mengajakku kesini” ucapnya senang dan memeluk Taemin.

Jiyeon dan Taemin masuk ke dalam villa. Jiyeon sangat senang menerima kejutan dari suaminya itu.

“3 hari ini kita bakal disini, menikmati bulan madu kita yang selalu terutnda. Karena kita sibuk jadi aku hanya bisa kasih bulan madu disini, tidak apa kan? Kau tetap suka kan?” ucap Taemin sambil memeluk Jiyeon dari belakang dan mencium pundak Jiyeon.

“huum! Aku tetap suka! Yang penting kita bisa nikmati waktu beruda yang cukup lama” jelasnya. Taemin tersenyum mendengar ucapan Jiyeon.

“ok, kita ke kamar. Aku akan tunjukkan sesuatu padamu” ucap Taemin dan menggandeng tangan Jiyeon menuju kamar mereka.

“siap?” Tanya Taemin. Jiyeon mengangguk mantap. “satu, dua, tiga –cekrek- tada” ucap Taemin.

Kamar yang sangat sederhana namun terlihat menjadi begitu mewah dengan dihiasi banyaknya bunga mawar yang bertebaran diatas kasur dan lantai dan tak lupa dihiasi lilin-lilin cantik dipinggir kasur.

“woaaaaah, cantik sekali” kagum Jiyeon. Jiyeon masuk ke dalam kamar diikuti dengan Taemin.

“huaaaa mawar-mawar kesukaanku bertebaran disini” ucapnya sambil duduk di tempat tidur. Taemin mengikutinya dan merebahkan diri ditempat tidur.

“kau suka?” tanyanya.

“huum, sangat suka. Terima kasih sayang” ucap Jiyeon.

Mereka terdiam dalam pikirannya masing-masing.

“Taemin-ah,” panggil Jiyeon.

“ya?” jawab Taemin dan berbalik menghadap Jiyeon.

“makasih ya”

“untuk?”

“semuanya! Kau sudah memberikan apapun yang aku mau, makasih ya” ucapnya dan mengecup bibir Taemin kilat.

“hahaha iya iya, semua yang aku punya itu bakal jadi milikmu juga” jelas Taemin.

“hihihi makasi Taeminnie”

“kok nggak cium lagi?” goda Taemin. Jiyeon hanya tertawa dan segera mencium kilat pipi Taemin.

“hahaha, mandi sana. Baumu sudah tidak enak” ledek Jiyeon.

“haha, eit biar bauku sudah tak enak, kau kan tetap suka Park Jiyeon –merong-“ ledek Taemin balik dan pergi ke kamar mandi.

“aish Lee Taemin!”

Jiyeon mengeluarkan pakaian-pakaian dari dalam koper dan memindahkannya ke dalam lemari yang ada di sudut kamar. Ia juga menyiapkan pakaian untuk Taemin pakai nantinya.

Trek!

Jiyeon sedikit terkejut dengan suara yang barusan ia dengar dari arah luar kamar.

“suara apa sih itu bikin kajet saja”

Ia melanjutkan memasukan pakaian-pakaiannya ke dalam lemari.

Srek….trek!!

Jiyeon kembali menoleh kearah sumber suara. Ia melihat keluar dan tidak ada siapaun diluar kecuali dirinya.

“tidak ada siapa-siapa”

Ia kembali masuk ke dalam kamar.

Hhhhh~~

Jiyeon merasakan ada sesuatu yang melewati dirinya di belakangnya. Ia menoleh ke belakang dan tidak ada apapun. Jiyeon merasa ada yang aneh dengan ini.

Tok tok tok

“Taemin-ah, sudah selesai belum mandinya?” ucap Jiyeon dengan takut.

“kenapa memang?” teriak Taemin dari dalam.

“emm..tidak. aku, aku hanya sedikit takut sendirian disini. Cepat Taemin-ah,” ucap Jiyeon sambil mengetuk pintu kamar mandi dengan cukup keras. Tak lama setelah itu, Taeminpun keluar dari dalam kamar mandi.

“kenapa sih Jiyeonnie?”

“eung, tadi aku dengar ada suara yang cukup aneh di luar, tapi ketika aku melihatnya tidak ada siapa-siapa..”

“mungkin tikus.” Ucap Taemin cuek sambil mengeringkan rambutnya yang basah.

“tidak mungkin itu tikus, Taemin-ah. Terus, aku juga lihat ada sesuatu yang berjalan dibelakangku, dan lagi-lagi ketika aku melihatnya, tidak ada siapa-siapa. Aku takut Taemin-ah,” jelas Jiyeon dan langsung memeluk suaminya itu.

Taemin ikut merasa khawatir dengan istrinya dan berusaha menenangkannya dan menjelaskan bahwa disini akan baik-baik saja.

“ya sudah, jangan takut. Ada aku disini. Sudah, sekarang kau mandi sana, habis itu kita keluar cari makan, arachi?” Jiyeon mengangguk dan segera masuk ke dalam kamar mandi.

**

Taemin dan Jiyeon menikmati sore mereka dengan berkeliling di sekitar villa. Pemandangan dan hawa yang cukup dingin membuat mereka menggunakan pakaian yang cukup tebal.

“mau makan apa mala mini?” Tanya Taemin.

“hmm terserah. Yang enak disini apa?”

“hmm talas bogor(?), jagung bakar, sate kelinci, mau yang mana?”

“aih, masa talas bogor. Makan ayam bakar saja, makanan kesukaan hyungmu,”

“hahaha ara ara”

__

Setelah berjalan menikmati sore dan membeli lauk untuk makan malam, mereka kembali pulang ke villa.

“Jiyeon-ah, aku ke kamar dulu.”

Jiyeon menganguk dan pergi menuju dapur untuk mempersiapkan makan malam mereka. Disaat sedang serius menyiapkan makan malam.

Krek, krek!

Jiyeon menoleh kearah sumber suara. Mencoba mendekati sumber suara tersebut karena ia terlalu penasaran.

Nope.

Dilihatnya tidak ada siapa-siapa. Jiyeon merasa ada yang tidak beres di vila ini. Ia kembali ke dapur dan membawa makanan untuknya dan Taemin ke meja makan dengan cepat.

Krek, shh~~

Jiyeon mendengar suara itu lagi dan menoleh ke belakang.

“AAAAAAAA”

Taemin yang mendengar teriakan Jiyeon segera menghampiri istrinya itu.

“Jiyeon-ah, kenapa?” panik Taemin.

Jiyeon hanya menutup matanya dan terus menangis. Taemin memeluknya untuk menenangkannya.

Selang 15 menit, kondisi Jiyeon sudah lebih stabil.

“Jiyeon-ah, ada apa? Kenapa berteriak seperti itu, kau membuatku khawatir,” Tanya Taemin dengan penuh rasa khawatir.

“tadi..tadi aku lihat,”

“lihat apa?”

“hantu. Iya, hantu. Itu pasti hantu, Taemin-ah disini ada hantu, di vila ini. Aku takut Taemin-ah,” ucapnya dna kembali menangis.

“hantu? Mana ada hantu disini Jiyeon-ah. Kau ada-ada saja, masih saja percaya hantu,”

“aku serius, aku benar melihatnya. Tadi siang juga ada bayangan lewat dibelakangku, aku..”

“Jiyeon-ah, kau kenapa sih? Mana ada hantu disini. Makanya, sudah kubilang jangan terlalu sering menonton film horror, akibatnya seperti ini kan, kau jadi takutan, parno.” Jelas Taemin.

“Taemin-ah, tolong percaya padaku, di vila ini ada hantunya. Aku serius, aku tidak bohong Taemin-ah,” jelas Jiyeon untuk meyakinkan Taemin.

“sudah, lebih baik sekarang kita makan habis itu langsung tidur, kau sangat lelah jadi berpikir yang macam-macam, sudah ayo kita makan sekarang,” ajak Taemin dan menuntun Jiyeon ke meja makan. Jiyeon hanya mengangguk menuruti perkataan suaminya itu.

**

Selesainya makan, Jiyeon membersihkan meja makan sementara Taemin menunggunya di ruang tengah dan tengah menonton TV.

Krek..!

Terdengar suara itu lagi.

“tidak, itu pasti suara tikus. Percaya itu Park Jiyeon,” hiburnya.

Krek, krek..

Suara itu semakin menjadi dan membuat bulu kuduk Jiyeon merinding.

Prang!!

“AAAAAA, Taemin-ah!!” teriak Jiyeon dan berlari menghampiri Taemin. Ia memeluk Taemin dengan erat karena ketakutannya.

“ada apa lagi, eo? Hantu lagi? Masih saja percaya hantu?”

“bukan, ada suara benda jatuh di ruangan itu –menunjuk sebuah ruangan kecil-, aku takut..”

Taemin melepas pelukan Jiyeon dan masuk ke dalam ruangan yang Jiyeon maksud. Sementara Taemin masuk ke dalam untuk memastikan apa yang terjadi, Jiyeon tetap berada di luar menunggu itu. Taemin keluar kembali dan membawa sebuah kaleng kosong.

“tidak ada apa-apa Jiyeon-ah, hanya saja mungkin kaleng ini jatuh tersenggol tikus, mungkin,”

“tapi..”

“sudahlah Jiyeon-ah, kau itu capek. Sudah ayo sekarang lebih baik tidur, ara?” perintah Taemin dan Jiyeon menurut.

**

Malam yang mencengkam untuk Jiyeon berganti menjadi pagi yang begitu cerah. Jiyeon sudah terbangun dan pergi mandi. Berdandan sebentar dan peri ke ruang TV. Taemin yang sudah bangun lebih dulu duduk di depan TV sambil menikmati secangkir kopi hangat.

“pagi sayang” ucap Jiyeon dan memberika morning kiss pada Taemin.

“hmm pagi,”

“aku mau jalan keliling-keliling daerah sini, aku mau naik kuda!” pinta Jiyeon. Taemin menurutinya.

“boleh, ayo siap-siap.” Ucap Taemin.

**

Mereka menikmati pagi mereka dengan berkelilin disekitar villa dengan menunggani kuda milik keluarga Taemin. Jiyeon terlihat sangat senang dapat menikmati jalan-jalan pagi ini.

“aaaaa sudah lama aku ingin naik kuda,” ucapnya girang.

Taemin yang dibelakangnya hanya tersenyum melihat istrinya begitu senang dengan ini.

Setelah puas berjalan-jalan dengan kuda, Jiyeon  meminta Taemin untuk pergi ke tempat pusat perbelanjaan pernak-pernik. Jiyeon ingin membeli oleh-oleh untuk teman-temannya. Jiyeon terlihat seperti orang kerasukan(?) karna ia membeli banyak pernak-pernik untuk oleh-leh tersebut. Taemin yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala.

“dasar Jiyeon, laper mata(?)”

“sayang, tidak beli buat teman-temanmu?” tawar Jiyeon. taemin hanya menggeleng.

“tidak perlu. Mereka tidak membutuhkan itu, haha” candanya.

“aish, ya sudah. Aku borong untuk teman-temanku saja,” Taemin menganguk setuju.

Sementara Jiyeon sedang asiknya berbelanja, tanpa ia ketahui, Taemin menerima panggilan dari seseorang.

“hallo. Iya, iya oke. Terima kasih. Ok!”

**

Sore harinya, Taemin kembali mengajak Jiyeon keluar. Kali ini, Taemin mengajak Jiyeon ke perkebunan teh milik keluarganya.

“wah, indah sekali pemandangan disini dan udaranya sejuk sekali,” kagum Jiyeon sambil menikmati udara di perkebunan.

Taemin tersenyum dan menghampiri Jiyeon. memeluknya dari belakang dan mencium pipi lembut Jiyeon.

“suka?” tanyanya.

Jiyeon mengangguk hebat. Taemin kembali tersenyum melihat isttrinya sebahagia ini.

“besok kita harus sudah pulang,” sedih Jiyeon.

“masih kurang ya? Kalau libur lagi, nanti kita kesini lagi,” hibur Taemin.

“iya memang tapi aku ingin terus disini,”

“janji, begitu aku libur, kita kesini lagi, ara?”

“hmm, harus kesini lagi hihi”

“ini sudah mau maghrib, tetap ingin disini atau mau kembali pulang?” Tanya Taemin.

Jiyeon berpikir sebentar.

“hmm…”

“jangan kelamaan mikir cantik,”

“aish, aku mau disini dulu. 15 menit lagi”

“ok, aku tunggu di saung itu ya,” Jiyeon mengangguk.

Jiyeon menikmati sejuknya udara di perkebunan. Sementara Taemin, sibuk dengan ponselnya, tanpa Jiyeon ketahui.

**

Malam harinya seperti biasa Taemin duduk santai di ruang TV. Jiyeon yang baru selesai mandi pergi menghampirinya.

“mau makan roti?” tawar Jiyeon.

Diam. Taemin hanya terdiam tak menjawab pertanyaan Jiyeon.

”ih, diam saja. Ya sudah kalau tidak mau, aku mau buat untukku saja,” ucapnya.

Jiyeon mengambil selembar roti dan menolesi selai kacang.

Kreeeeeek~

Jiyeon menoleh ke belakang dan pintu ruangan itu terbuka sendiri.

“tidak..sekarang..”

Jiyeon membalikkan tubuhnya dan dengan cepat mengolsei selai pada rotinya.

Tap..tap..

Terdengar suara langkah kaki mendekati Jiyeon. jiyeonpun tak berani menoleh ke belakang.

“tidak, pasti suara langkah kucing” hiburnya.

Tap..tap..

Suara angkah kaki tersebut semakin terdengar sangat dekat dengan Jiyeon dan..

Buk(?) *suara seseorang memegang bahu*

“AAAAAAA” teriak Jiyeon dan berlari menghampiri Taemin.

“taemin-ah –mengguncang-guncang bada Taemin- aku takut. Tadi, tadi ada suara langkah orang yang sedang berjalan dan langkah itu semakin dekat denganku dan tiba-tiba aaaaaaaa ada yang memegang bahuku,” jelasnya.

Taemin masih terdiam dan tak mendengarkan ucapan Jiyeon.

“taemin-ah, kau kenapa? Jawab, jangan diam saja. Aku takut!”

Tap..tap.

Suara itu terdengar kembali.

“ya, Taemin-ah, kau dengar itu kan? Itu..” ucapnya ketakutan dan melihat sesosok makhluk tingi besar dengan rambut yg tumbuh pada wajahnya(?) sedang mendekat kearah Jiyeon.

Jiyeon menutup wajahnya pada bahu Taemin sambil menangis.

“kau…” ucap sosok besar itu. Jiyeon menggeleng dan tetap menutup wajahnya.

Buk

“AAAAAA” teriaknya lagi dan tangisannya semakin hebat.

“surprise!!!” ucap semuanya.

“tada!!” ucap Taemin juga. Jiyeon melihat kearah Taemin dan orang-orang yang dikiranya hantu.

“ka..kalian??”

“kenapa? Kaget ya kita disini?” ucap Jieun, sahabat Jiyeon.

“ya, kalian kenapa ada disini?”

“ini semua Taemin yang meminta. Haha. Taemin yang meminta kita untuk menakut-nakutimu, hihihihi” canda Minho dan mempraktekan hantu sadako. Jiyeon memukul kepalanya karna takut.

“yang tadi memegang bahumu itu Minho, Jiyeon-ah haha.” Ucap Jieun.

“jadi, itu semua kalian? Kalian yang sudah membuatku jadi takut seperti ini? Hmm bagus ya!” ambek Jiyeon.

Semua megangguk mantap. Jiyeon menoleh kearah Taemin. Dilihatnya Taemin tertawa melihat Jiyeon ketakutan.

“ya, Lee Taemin, kau benar-benar ya bikin takut!” marah Jiyeon pada Taemin sambil memukul-mukul Taemin.

“aow, iya iya maaf” ampunnya.

“haha sudah unnie, ini semua hanya bercanda kok. Taemin oppa kan hanya mau memberikan sesuatu yang berbeda untuk unnie,” jelas Suzy.

“tuh, dengar yang Suzy bilang?”

“aaah sudahlah. Sudah, aku lapar, mau makan tidak?” tawar Jiyeon masih dalam keadaan marah.

“mau!!” teriak semuanya.

“loh, Kibum mana?” Tanya Taemin heran karna sedari tadi Kibum tidak terlihat.

“kibum bilang tadi mau ke kamar mandi,”

“aku juga ke kamar mandi dulu ya,” pamit Suzy dan pergi meninggalkan semuanya.

Sementara itu, Jieun dan Minho sibuk menyiapka makan malam untuk mereka semua. Taemin tak ikut membantu 2 temannya itu dan malah asik menonton TV, sementara Jiyeon berganti pakaian di kamar.

“AAAAAAA!!” suara teriakan Suzy dari dalam kamar mandi membuat semuanya terkejut. Spontan, Minho langsung menghampiri Suzy.

“suzy-ya, kenapa?” tanyanya.

“i…itu..” ucapnya terbata sambil menunjuk ke dalam kamar mandi.

Minho melihat ke dalam kamar mandi dan tidak percaya dengan yang dilihatnya.

“ooomai, Kibum-ah..” ucapnya dan mendekat kearah Kibum.

Dilihatnya, Kibum sudah tergeletak tak bernyawa dengan mata melotot dan lidah yang dikeluarkan. Taemin, Jiyeon dan Jieun menghampiri mereka.

“Kibum-ah!!!” teriak histeris Jieun melihat kekasihnya sudah tergeletak tak bernyawa.

Jiyeon sangat shock melihat Kibum, begitu juga dengan Taemin.

“Taemin-ah, apa yang harus kita lakukan?” ucapnya bergetar.

“Kibum tidak mungkin bunuh diri, Taemin-ah. Tidak ada bekas tali dilehernya.” Jelas Minho.

Jiyeon dan Suzy menenangkan Jieun.

“ini..ini tak mungkin. Siapa yang melakukan ini kepada Kibum?” ucap Taemin.

“aku!” jawab suara dari luar kamar mandi. Mereka semua menoleh kearah suara tersebut.

“sekarang, waktunya kalian semua akan seperti Kibum…”

“AAAAAA!!”

**

3 hari kemudian…

Berita kali ini, telah ditemukan 6 mayat pada sebuah villa di daerah XXX. Diketahui, dari ke6 mayat tersebut, 2 diantaranya adalah sepasang suami istri bernama Lee Taemin dan Park Jiyeon, berdasarkan dari data yang kami ketahui dari isi tas korban. Dan ditemukan juga tulang belulang didalam satu ruangan di villa tersebut. Saat ini, polisi masih melakukan pengevakuasian villa tersebut. Sekian berita kali ini.

END

mian, mian ini fanfic terjelas(?) yang aku buat. mau bikin yang serem2 tapi jatohnya gagal total. mau dipost apa yang terjadi sama mereka nggak? mau dipost aku itu siapa nggak? kalo iya, nanti deh abis selese UN aku post, yang ini khusus aku post sebelum aku UN._____. hehehe, makasi yang uda baca^^ mian banget kalau ceritanya iyuh kamseupay(?) banget 😀

Advertisements

11 Responses to “[FF TAEJI] THIS TIME!”

  1. danna67 April 14, 2012 at 2:37 pm #

    sereeeeeemmmmmmmm aahhh…masa aku yang membunuh pasangan suami istri and temen2nya…tidaakkkkkkkkkkk

    • chaic April 14, 2012 at 6:36 pm #

      hayo akunya siapa hayo 🙂 hehe

  2. NIT April 18, 2012 at 1:07 pm #

    Judulnya brarti villa berdarah,wkwkwk. Ternyata semuanya mati,siapakah yg membunuh mrk?

    • chaic April 18, 2012 at 6:08 pm #

      gatau siapa yg ngebunuh 🙂 km maunya siapa? :)))) *alibi(?) eh makasi judul ffnya, nanti diganti deh XD ini ff belom fix bgt sm judul soalnya, makasi usulannya :))

  3. Dear dHiyah April 24, 2012 at 4:46 pm #

    menakutkan …..

  4. iineey May 6, 2012 at 10:11 am #

    Kirain ending nya bahagia….ehhh ternyata….tragisss bgt

    Tapi kerenzzzz koq…author daebakk

  5. hilda25 May 6, 2012 at 9:23 pm #

    gak nyangka ending nya bakal serem hahaha
    awalnya happy” aja
    gk tau nyaaaaa
    hahaha keren keren

  6. nisya June 13, 2012 at 10:28 am #

    Wuihh..cerita nya seru…Horror,romance,taeji lagi.. aku suka ceritanya..
    ga ngebosenin ..ahh pokonya bagus..keren keren..

    • chaic June 23, 2012 at 3:43 am #

      makasi ya 🙂

  7. beastma December 28, 2012 at 8:11 am #

    Jgn-jgn yg nge-bunuh, “I*H*” :O

  8. adriannalian September 21, 2013 at 8:33 pm #

    Jadi horror ni aku baca ni ff, siapa ya si aku itu?
    apa motif dibalik pembunuhan mereka berenam?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: