[FF TAEJI] LOVE (with painting)

3 Mar

taejiposter1

Title: LOVE (with painting)

Author: Icha Fasya Hapsari – @skehehdanicha

Cast: Lee Taemin, Park Jiyeon

Support Cast: Aleyna Yilmaz

Genre: Romance

Rating: +15

Length: Oneshoot

Februari.

Seoul.

Udara sangat dingin dikota Seoul. Salju masih sesering kali turun dari langit. Tak heran masih banyak anak-anak kecil yang bermain dengan salju di taman. Membuat boneka salju, atau bahkan bermain lempar bola salju. Tak heran banyak pedagang makanan dan minuman hangat yang berjualan di sekitar taman.

Melihat anak-anak kecil bermain dengan ceria membuat seorang namja dengan tubuh yang tinggi dan membawa seperangkat alat lukis ditangannya tersenyum melihat kearah anak-anak tersebut. Namja tersebut duduk di tempat biasa ia duduk dan mempersiapkan seperangkat alat lukisnya. Ia menaruh kopi hangat di sampingnya dan kemudian kuas sudah siap ditangannya. Tak lupa ia menyalakan korek untuk menyalakan rokok yang biasa ia konsumsi. Ia menghisap sesekali duakali rokok tersebut dan mulai membuat sketsa. Matanya terus memandang kearah taman dan kembali menggoreskan pensil di kanvas putih itu.

Sorot matanya yang tajam tetap memperhatikan taman yang penuh dengan anak-anak manis itu. Ia begitu focus dengan apa yang ia kerjakan sampai tidak menyadari dengan kehadiran seseorang di sampingnya.

“Taemin-ssi.” Panggil seseorang. Taemin, nama seorang pelukis jalanan yang begitu terkenal di daerah tersebut. Lukisannya begitu terkenal bahkan banyak kolektor yang membelinya dengan harga tinggi.

“Taemin-ssi.” Panggil seseorang itu kembali. Taemin tersadar dan menoleh kearah suara tersebut.

“ne?” tanyanya.

“igeo, ddokboki yang kau pesan.” Jawan orang itu.

“kau taruh saja.” Ucapnya kembali dengan cuek. Ya, memang begitulah Taemin. Namja cuek yang tak peduli dengan lingkungannya, hanya peduli dengan objek dan lukisannya. Bahkan dengan dirinya sendiri saja ia tidak peduli.

“eo, baiklah. Kutaruh disini –menaruh ddokboki disebelah kopi hangat- aku permisi,” pamit orang itu. Taemin tetap mengabaikan dan terus berkutik dengan  kanvasnya.

Sketsa yang ia buat sudah hampir terlihat jelas, menggambarkan suasana kecerian anak-anak polos disebuah taman yang penuh dengan salju. Ia sesekali menyeruput kopinya dan mengihsap rokoknya. Masih sibuk dengan keasyikannya sampai ia lupa makan ddokboki yang sudah ia pesan. Ini sudah menjadi kebiasaan buruknya.

Hari sudah hampir gelap dan tamanpun menjadi sepi. Hanya ada beberapa orang saja yang berjalan atau duduk-duduk di taman menikmati gelapnya malam. Taemin membereskan  peralatannya dan pergi begitu saja dan meninggalkan ddokbokinya. Seseorang yang memberikan ddokboki kepada Taemin mendekati bangku yang Taemin duduki dan mengambil ddokbokinya.

“ini sudah kesekian ddokboki yang tak kau makan, Taemin-ssi..”

***

Pagi yang sedikit cerah. Matahari menampakkan dirinya kepada kota Seoul dengan kehangatan yang sebenarnya masih kurang bagi warga Seoul namun mereka semua mensyukurinya. Taemin terbangun dari tidurnya dan melihat kearah jam. Sudah pukul 07.30 KST. Ia segera merapihkan diri dan pergi ke toilet umum terdekat untuk mencuci muka dan sikat gigi. Ia pergi, berjalan kaki ke sebuah tempat. Dan tak lupa ia selalu melewati taman tempat ia biasa melukis.

“Taemin-ssi, igeo sarapan dari eomma,” ucap seseorang yang membawakan ddokboki padanya kemarin.

“hmm ne, gomawo Jiyeon.” Ucapnya dan pergi bergitu saja. Jiyeon melihatnya pergi hingga ia hilang. Jiyeon termenung, terdiam memikirkannya.

Taemin tiba disuatu tempat yang sudah ramai dikunjungi orang-orang. Ia masuk kedalam ruangan tersebut dan sudah banyak pers dan kolektor yang datang. Taemin tersenyum kepada lukisan-lukisan yang terpajang di dinding-dinding ruangan dan kolektor menyambut kedatangan Taemin

“Lee Taemin-ssi, kami sudah menunggu.” Ucap seorang bapak bertubuh tegap dengan jasnya yang rapih. Taemin menjabat tangan dan tetap dengan tatapan dinginnya.

“bagaimana soal tawaran saya soal lukisan Taemin-ssi yang rilis minggu lalu? Saya sudah menawarkan harga yang pantas untuk lukisan anda.” ucap bapak tersebut. Taemin hanya menatap dan mengacungkan jempolnya menandakan ia terima. Pers dan yang lainnya bertepuk tangan dan Taemin menerima secarik kertas tanda pembayaran lukisan yang ia terima. Taemin pergi meninggalkan tempat tersebut dan pergi ke tempat lainnya.

Ia sampai di sebuah taman yang sepi dan sangat  nyaman untuk beristirahat. Dengan pemandangan air mancur yang membeku akibat salju membuat taman ini begitu terlihat sangat dingin. Ia menyalakan korek pada rokoknya dan mulai mengihsapnya kembali. Ia termenung dan melihat secarik kertas bernilai sangat tinggi dari kolekter tersebut. Taemin kembali terdiam dan menghisap rokok sampai habis. Ia memandangi sekitar taman dan dilihatnya seorang anak kecil duduk sendiri menghadap kearahnya. Taemin yang merasa segera beranjak dari tempatnya dan mendekat kearah anak tersebut.

“hey!” panggil Taemin dan duduk disebelah anak tersebut.

“eo, hey ahjussi.” Panggilnya malu-malu. Taemin mengacak pelan rambut anak tersebut.

“panggil oppa, aku masih muda belum pantas kau panggil seperti itu –terkekeh-“ ucapnya. Anak tersebut tersenyum dan mengangguk mengerti.

“sedang apa kau disini sendiri?” tanya Taemin.

“hmm hanya duduk memandangi air mancur yang membeku itu. Oppa? Kenapa berada disini? Bosan? Kau tidak bekerja memangnya?” segelintir pertanyaan dilontarkan anak tersebut.

“hey hey satu persatu jika ingin bertanya. Kau kesini karna aku suka kesini. Aku bekerja tapi kapan saja aku mau aku akan bekerja. Namamu siapa?” tanya Taemin.

“Aleyna.” Jawabnya.

“nama yang cantik, Aleyna.” Ucap Taemin. Mereka terdiam. Aleyna, begitu nama anak tersebut memperhatikan penampilan Taemin. Sangat sederhana, sedikit kumal namun terlihat manis jika tersenyum. Ia melihat benda coklat yang dibawanya.

“oppa, itu apa?” tanya Aleyna dan menunjuk benda coklat yang Taemin bawa.

“oh ini –memperlihatkannya- kau lihat saja kalau kau ingin tau.” Aleyna membuka dan melihat kertas-kertas lukisan. Aleyna terus melihat dan sesekali memuji hasilnya itu.

“Taem. Nama oppa Taem?” tanyanya bingung.

“Lee Taemin.” Aleyna cukup terkejut mendengar nama tersebut. Aleyna melihat kearah Taemin dengan seksama.

“kenapa?” tanya Taemin, bingung. Aleyna terus menatapnya.

“jadi oppa pelukis terkenal itu ya?” ucapnya berbinar. Taemin hanya tersenyum tanpa memberi jawaban.

“aku suka melihat karya oppa di pameran, tapi aku belum pernah bertemu dengan oppa langsung seperti ini. sangat beruntung aku dapat berbicara banyak denganmu, Taemin oppa.” Ucap Aleyna panjang lebar dan begitu bersemangat. Taemin hanya tersenyum mendengarnya. Entah apa yang orang lihat, Taemin memanglah sangat dingin, namun ia begitu hangat kepada yeoja.

***

Taemin dan Aleyna menikmati bapao yang masih hangat. Mereka terus berbincang akrab hingga sore tiba. Sebelum Aleyna pulang, Taemin mengeluarkan kertas dan pensilnya.

“Aleyna, tunggu sebentar.” Taemin menggoreskan pensil di kertas putihnya itu. Menggambarkan sesosok yeoja kecil dengan bapao ditangannya dan mengenakan jepit rambut kupu-kupu yang menjadikannya menjadi semakin cantik. Taemin menggambarkan sesosok Aleyna dengan pensilnya. Tak lupa ia member tanda “taem” diujung kertas.

“ini –memberikan kertas- sebagai pertemuan pertama kita, maka kuberikan ini untukmu sebagai tanda pertemanan kita.” Ucap Taemin. Aleyna menerima kertas tersebut dan melihatnya begitu takjub.

“sungguh keren!” pujinya. “oppa terima kasih.” Ucapnya kembali. Aleyna pamit pergi dan berjanji suatu hari nanti akan bertemu kembali dengan Taemin disini, ditempat dimana mereka pertama bertemu.

***

Jiyeon, melihat kearah tempat dimana ia biasa melihat Taemin disana dengan cemas. Jiyeon begitu khawatir melihat orang yang selama ini ia sayang tak ada di tempatnya sejak dua hari lalu. Eomma Jiyeon yang melihat Jiyeon seperti itu merasa khawatir juga karna Jiyeon belum menyentuh makanan sejak Taemin menghilang.

“Jiyeon-ah, makan dulu.” Khawatir eomma. Jiyeon tetap menggeleng.

“aku akan makan kalau Taemin sudah kembali, eomma.”

“sudahlah, namja seperti dia tidak perlu kau khawatirkan. Memang hidupnya di jalan, biarkan saja. Nanti ia akan kembali secepatnya. Eomma tak mau kau sakit hanya karna menunggu namja seperti itu, yang tak jelas seperti itu.” Ucapan terakhir eomma begitu menusuk hati Jiyeon. Jiyeon tetap melihat kearah luar dan tetap menunggu Taemin.

Jiyeon keluar dan duduk di sebuah taman yang sangat ia sukai. Menghirup udara di sore hari membuat kepenatan dan kejenuhannya hilang. Jiyeon memasang headset dan mendengarkan lagu dalam keramaian taman. Sesekali ia bernyanyi dan kemudian ia terhenti begitu melihat Taemin duduk di seberang dan sedang melukis. Jiyeon melepas headset dan mendekat kearah Taemin. Jiyeon tiba didekat Taemin, ingin memanggilnya namun tertahan, ia takut. Jiyeon duduk disamping Taemin dan memperhatikan apa yang sedang ia lakukan. Sebenarnya Jiyeon sudah sangat tau kalau Taemin pasti sedang melukis, namun ia selalu ingin melihat apa yang ia lukis. Taemin menyadari kehadiran Jiyeon dan segera menyudahi kegiatannya.

“mau apa?” tanya Taemin dengan dinginnya. Jiyeon hanya menggeleng.

“ani, aku hanya menikmati waktu sore disini. Kan penat kalau aku harus terus bekerja.” Ucapnya ramah. Taemin hanya terdiam, entah ia mendengarkan Jiyeon berbicara atau tidak.

“Taemin-ssi, kenapa kau tak pernah memakan ddokboki dariku?” tanya Jiyeon.

“aku tidak suka ddokboki.” Jawabnya dingin. Taemin membereskan kertas dan pensilnya dan pergi meninggalkan Jiyeon. Jiyeon menahanya.

“kau, mau kemana lagi?” tanya Jiyeon dengan cemasnya. Taemin melepas tangan Jiyeon dan melambaikan tangannya. Jiyeon mengerti maksud Taemin.

“pasti ingin melukis di tempat lain yang aku tak tau dimana itu.” Ucap Jiyeon, lesu.

***

Beberapa hari sebelum hari Valentine tiba, toko-toko ramai dikunjungi yeoja-yeoja yang ingin membeli coklat atau tanda kasih sayang untuk kekasihnya. Tak aneh jika Jiyeon ikut pergi seperti yeoja-yeoja lain. Ia memasuki sebuah toko yang tidak terlalu ramai namun penuh dengan suasana kasih sayang. Bunga-bunga mawar dan hiasan valentine terpampang di setiap sudut toko. Pemilik tokopun berpenampilan yang menggambarkan suasana Valentine. Jiyeon masuk dan melihat-lihat. Sang pemilik toko membantu Jiyeon untuk memilih apa yang seharusnya pantas untuk Jiyeon.

“pacarmu suka dengan apa?” tanya si pemilik toko. Jiyeon terdiam dan menggeleng.

“aku tak punya pacar, tapi aku sangat ingin memberikan sesuatu yang sederhana namun berkesan kepada seseorang.” Jelas Jiyeon.

“lalu, ia suka dengan apa?”

“melukis.” Jawab Jiyeon. Si pemilik toko tersebut memikirkan sesuatu dan pergi mencari sesuatu. Jiyeon menunggu dan tetap melihat pajangan-pajangan lucu. Trining. Bunyi pintu toko, pintu terbuka dan terlihat seorang yeoja kecil datang dengan seorang namja yang sangat ia kenal.

“Taemin-ssi…” panggil Jiyeon. Yeoja kecil tersebut melihat kearah Jiyeon. Jiyeon melihat keduanya begitu akrab. Merasa iri dengan keakraban mereka seperti adik-kakak. Pemilik toko keluar dan memberikan sesuatu kepada Jiyeon.

“agashi, ini sepertinya cocok untuk kadomu,” ucapnya. Jiyeon segera menolak dan pamit pergi.

“lain kali aku akan kesini lagi, aku pamit.” Ucapnya dan pergi dari toko tersebut. Aleyna, melihat kearah luar memperhatikan Jiyeon pergi hingga hilang.

“oppa, aku ingin membeli sesuatu.” Ucap Aleyna pada Taemin. Taemin mengangguk setuju.

***

Jiyeon mengurung diri dalam kamar. Semula kamar Jiyeon yang sangat rapih menjadi hancur berantakan akibat tissue yang bertebaran disetiap ruangan. Jiyeon membekap wajahnya dalam bantal dan menangis makin menjadi. Wajah Taemin yang terlihat bahagia bersama anak kecil itu terus terbayang olehnya. Jiyeon merasa sangat iri dengan anak itu. Jiyeon tak pernah melihat senyum dan wajah bahagia Taemin seperti tadi. Namun yang ia lihat tadi ia seperti itu bersama orang lain. Jiyeon merasa sesak, sangat sakit menahan semuanya. Eomma mengetuk pintu kamar Jiyeon namun Jiyeon menghiraukannya.

“Jiyeon-ah, kau makan dulu.” Suara eomma terdengar dari luar.

“aku tidak lapar eomma.” Ucapnya pelan, lembut namun dapat didengar oleh eommanya dari luar. Jiyeon mengambil kertas kosong dan pensil dari mejanya. Ia menggoreskan pensil-pensil tersebut diatas kertas kosong tersebut. Jiyeon terus menangis dan tak kunjung berhenti. Ia menaruh kertas dan pensil tersebut di mejanya dan membenamkan kembali wajahnya dalam bantal. Tangisannya begitu keras hingga akhirnya ia lelah dan tertidur dengan lelapnya.

Di lain tempat.

Aleyna masih menemani Taemin di taman tempat pertama mereka bertemu. Aleyna memperhatikan Taemin yang sedang melukis sesuatu.

“oppa, ini sungguh keren!” puji Aleyna. Taemin hanya tersenyum mendengarnya. Ia terus melanjutkan melukisnya. Aleyna yang sudah menghabiskan 5 kotak susu merasa bosan. Ia melihat semua kertas-kertas lukis Taemin. Ia begitu takjub melihatnya.

“oppa, ini siapa?” tanya Aleyna dan menunjukkan salah satu kertas bergambar seorang namja yang memakai toga.

“Jinki hyung.” Jawabnya singkat.

“siapa dia?”

“Hyungku.”

“dia terlihat tampan.” Puji Aleyna.

“dimana Jinki oppa sekarang?” tanyanya kembali.

“hmm…Paris. Tinggal bersama keluarganya.” Aleyna hanya ber-oh tanda ia mengerti. Aleyna terus melihat-lihat kertas Taemin. Kertas Taemin tak jauh dari lukisan pemandangan, anak-anak dan taman. Namun ada salah satu lukisan yang membuatnya sangat ingin tau.

“oppa, ini siapa?” tanyanya kembali. Taemin melihatnya kembali.

“yeoja hebat.” Ucapnya singkat. Aleyna terus memperhatikan lukisan yeoja hebat tersebut.

“oppa tak melanjutkannya?” Taemin menggeleng.

“oppa harus menyelesaikan lukisan ini terlebih dahulu.” Ucapnya dan terus melanjutkan melukisnya. Aleyna hanya menangguk dan terus memperhatikan kertas-kertas Taemin.

***

Hari ini eomma Jiyeon pergi mengunjungi nenek di Busan bersama appa. Jiyeon tak ikut karna menjaga rumah dan toko. Oppa nya sudah lama tak tinggal bersama karna oppa nya berada di Busan bersama keluarganya. Jiyeon membuka toko ddokboki milik keluarganya. Sudah siang hari namun udara masih tetap dingin. Jiyeon membaca novel yang belum ia selesaikan.

“permisi.” Ucap salah seorang suara anak kecil.

Jiyeon menghentikan membacanya dan melayani siapa yang datang. Hatinya terasa sesak begitu melihat seseorang yang datang. Dia adalah anak kecil yang bersama Taemin waktu itu.

“eonni, permisi.” Ucap Aleyna untuk membangunkan Jiyeon dari lamunannya. Perasaan iri masih muncul dalam diri Jiyeon jika melihatnya. Jiyeon mencoba tesenyum seperti biasanya.

“ya adik manis, ada yang bisa eonni bantu?” ucapnya ramah. Mulutnya dapat berbicara dengan ramah dan seakan-akan tak terjadi apa-apa, tidak seperti hatinya yang masih merasa sakit.

“eo, aku pesan 2 porsi ddokboki.” Ucap Aleyna. Jiyeon mengangguk dan segera membuat pesanannya. Aleyna duduk di bangku dan melihat Jiyeon yang berkutik dengan ddokboki. Sudah lama Aleyna senang dengan kecantikan Jiyeon. Ia ingin memiliki eonni seperti Jiyeon. Dengan senyumnya yang ramah membuat dirinya merasa tenang. Aleyna hanya bisa melihat Jiyeon dari kejauhan. Namun, ini pertama kalinya ia melihat Jiyeon sangat dekat dan ia melihat langsung Jiyeon berkutik dengan ddokboki. Aleyna memperhatikan ruangan tersebut. Sangat cantik. Jiyeon merawat tokonya ini dengan baik dan memberikan hiasan-hiasan cantik di setiap sudut ruangan.

Jiyeon sudah selesai dan membawakan 2 porsi ddokboki kepada Aleyna.

“ini –memberikan 2 bungkus ddokboki-.” Ucap Jiyeon ramah. Aleyna mengambil uang dan memberikannya pada Jiyeon. Namun Jiyeon menolaknya.

“kenapa eonni?” tanya Aleyna bingung.

“kau simpan saja uangmu. Ini hadiah dariku untuk yeoja manis sepertimu.” Ucap Jiyeon ramah. Aleyna merasa sangat senang mendapat pujian seperti itu. Ia terus menatap Jiyeon dengan kagum.

“terima kasih banyak, eonni.” Jiyeon mengangguk. Aleyna pergi meninggalkan toko. Jiyeon menahan tangisnya. Begitu Aleyna pergi, ia menangis kembali.

Aleyna pergi ke taman dan menghampiri Taemin.

“oppa, aku membeli ddokboki di tempat eonni cantik yang kita temui di toko waktu itu. Dan eonni cantik itu memberikan ddokboki gratis pada kita. Ah, eonni cantik. Sungguh oppa, aku menyukainya. Aku mengaguminya. Aku ingin memiliki eonni sepertinya.” Ucap Aleyna panjang lebar. Taemin hanya tersenyum dan mengacak rambut Aleyna.

“lain kali, kalau ingin membeli ddokboki ke eonni cantik itu kau harus bayar ya.” Aleyna mengangguk. Mereka menyantap ddokboki dengan suasana yang hangat.

Taemin melihat Aleyna tertidur dibangku taman tempat ia duduk sekarang. Taemin menyelimuti Aleyna dengan syal nya. Taemin menatap Aleyna. Ia dapat melihat senyum penuh tulus dalam Aleyna. Itu yang membuatnya senang dan nyaman bersama Aleyna. Baginya, Aleyna seperti adik, teman, pacar, bahkan anak untuknya. Taemin mengambil kertas yang Aleyna pegang. Taemin menggoreskan pensil di kertas tersebut. Ia menyelesaikan lukisannya lagi.

***

14 Februari.

Hari dimana telah ditunggu oleh sepasang kekasih untuk menunjukkan rasa kasih sayangnya kepada pasangannya. Atau seorang teman dengan temannya yang lain. Anak dengan orang tua dan keluarganya. Begitu juga dengan Jiyeon. Jiyeon menyambut hari ini dengan semangat. Ia menyiapkan ddokboki dan coklat untuk ayahnya.

“appa! Happy Valentine.” Ucapnya dan memberikan coklat dan ddokboki.

“terima kasih sayang.” Ucap appa Jiyeon.

Jiyeon pergi keluar dan melihat banyak anak-anak bermain di taman penuh keceriaan. Jiyeon ikut tersenyum melihat keceriaan mereka. Jiyeon duduk di bangku taman dan memprhatikan mereka. Salah seorang anak kecil mendekatinya.

“hai.” Sapa Jiyeon.

“hai noona cantik.” Ucapnya dan duduk di sebelah Jiyeon.

“siapa namamu?”

“Minwoo. Hwang Minwoo noona.”

“ah, nama yang lucu.”

“noona, happy Valentine –memberikan bunga mawar-.” Jiyeon cukup terkejut melihat tingkah Minwoo yang dengan tiba-tiba memberikan bunga mawar. Minwoo segera  meninggalkan Jiyeon. Jiyeon membaca secarik kertas.

‘hari kasih sayang tidak hanya hari ini.’

Jiyeon tak mengerti, mengapa anak sekecil Minwoo dapat menuliskan tulisan sedewasa ini. jiyeon kembali ke rumah dan menaruh bunga mawar tersebut di kamarnya.

Jiyeon bangun dari tidur siangnya dan mendapati dirinya sendiri di rumahnya. Jiyeon mandi dan berdandan rapih. Sudah menjadi kebiasaannya untuk berdandan rapih walau ia tak pergi. Jiyeon mengunci rapat rumah dan toko dan pergi keluar. Ia melihat banyak anak-anak hari ini. ini membuatnya senang. Anak-anak itu tersenyum ramah pada Jiyeon. Jiyeon berjalan mengikuti anak-anak itu pergi. Ia mendapati dirinya sekarang berada di sebuah taman dimana disana terletak air mancur yang sangat cantik yang sedang membeku. Ia melihat Aleyna duduk disana sendiri. Ia tak bersama anak-anak yang sedari tadi melintas disini. Jiyeon mendekatinya. Masih dengan perasaan sakit mengingat hal di toko tersebut, namun melihat senyum Aleyna saat di tokonya membuat Jiyeon merasa bersalah telah iri dengan dirinya. Jiyeon duduk di samping Aleyna.

“eo, hai eonni cantik.” Sapa Aleyna.

“hai. Hmm aku belum tau namamu siapa.”

“Aleyna.” Ucapnya semangat.

“namamu cantik sesuai dengan dirimu.” Puji Jiyeon. Aleyna tersipu malu mendengarnya.

“eonni…” panggil Aleyna. Jiyeon menoleh.

“kenapa?” Aleyna meninggalkan Jiyeon dan sesuatu tertinggal.

“Aleyna, mau kemana? Ini bungamu tertinggal.” Namun Aleyna berlari dan hilang. Jiyeon mengambil bunga tersebut dan mendapati sebuah tulisan.

‘cinta sejati sering terlupakan, namun cinta sejati tidak akan pernah pergi’

Jiyeon membaca pesan tersebut dan menahan tangis. Anak sekecil Minwoo dan Aleyna sudah mengerti apa itu arti cinta. Terdengar langkah seseorang berjalan dan berhenti tepat dihadapan Jiyeon. Jiyeon melihatnya dan terkejut.

“Taemin-ssi.” Jiyeon tak dapat berkata apa-apa. Taemin menjongkokkan diri dan menatap kearah Jiyeon. Ia memberikan bunga mawar dan sebuah kertas pada Jiyeon. Jiyeon menerimanya dan melihat kertas tersebut. Sebuah lukisan seorang yeoja dengan anggun. Disana tertulis ‘yeoja hebat’ dan tak lupa tanda ‘Taem’ dikertas itu. Jiyeon melihat secarik kertas di bunga yang Taemin berikan.

‘setiap hari adalah hari kasih sayang, dimana kasih sayang itu tidak akan pernah pudar. Cinta sejati yang pernah telupakan, kini kembali untuk selamanya’

Jiyeon menangis membacanya dan segera memeluk Taemin erat. Taemin membalas peluka Jiyeon dan mengusap pundaknya.

“Taemin-ah, kembalilah.. kumohon.” Taemin tersenyum.

“aku sudah kembali. Kita akan menjalani hari-hari seperti itu kembali, dengan kasih sayang antara kita.” Ucap Taemin.

“kumohon kau jangan seperti yang lalu. Aku sangat sedih. Aku tak ingin hal lalu kembali terjadi hanya karna keegoisanku. Aku mencintaimu dan lukisanmu. Aku tidak akan membenci lukisanmu. Kumohon kembali.” tangis Jiyeon semakin menjadi. Taemin melepas pelukannya dan menatapnya penuh kasih sayang.

“aku kembali, sayang. Lihat lukisan dan bunga yang kuberikan. Ini tanda dimana aku akan kembali dan selamanya bersama denganmu.” Jelas Taemin.

“benarkah?” ucap Jiyeon meyakinkan. Taemin mengangguk.

“iya, istriku. Aku kembali sekarang untuk menjalani hidup denganmu kembali.” ucapnya. Jiyeon kembali memeluk Taemin erat. Dari kejauhan, anak-anak ceria berlari membawa balon berwarna merah dan merah jambu dan menerbangkannya di dekat Taemin dan Jiyeon. Terlihat Aleyna disana yang paling bersemangat menerbangkan balon-balonnya.

“oppa, eonni, selamat.” Ucap Aleyna dengan kedipan centil dari matanya. Jiyeon tertawa pelan dan meminta Aleyna mendekati Jiyeon dan memeluk Aleyna. Tak lupa Taemin ikut memeluk mereka.

END.

DON’T BE A SILENT READER 🙂

Advertisements

34 Responses to “[FF TAEJI] LOVE (with painting)”

  1. talithaJiyeonClouds March 3, 2013 at 6:38 pm #

    oalah ternyata udh nikah org tt? Keren2 oen.. Akhirnya tak terduga.. Gg nebak bakalan keg gini hahahah..
    DAEBAK!

  2. Dx Mi March 4, 2013 at 12:38 am #

    Bingung…”mklum oon
    tp suka, yg pnting happy end

    • taejishipper March 4, 2013 at 11:14 pm #

      hehe baca re-comment ku sesudah comment km ya aku uda jelasin maksutnya apa hehe

  3. Unha azhari March 4, 2013 at 7:34 am #

    Ternyta dah nikah tooo
    kirain HTS…
    Emang nggk bsa d tebak…
    Suka suka suka,,,
    bkin squelnya min…
    Jebal…
    d tnggu min ff yng lain…
    Jgn lma” yaaa… 🙂

    • taejishipper March 4, 2013 at 11:13 pm #

      aku fokus ke wgm dulu ya ntar kalo sempet aku bikin sequel/oneshoot nya deh 🙂

  4. ary novella March 4, 2013 at 2:14 pm #

    waw daebak!
    Tapi masih gangerti 😀
    ditunggu sequelnya chingu 😀

    • taejishipper March 4, 2013 at 11:13 pm #

      gangerti ya? jadi gini, teminnya tuh sempet ribut ceritanya sm jiyeon jd dia milih buat pergi dan tinggal di jalanan tp endingnya mereka balik lg hehe kalo aku sempet aku bikin sequel deh ya aku msh fokusin wgm duyuuuu :3

  5. fazriyah March 5, 2013 at 5:55 am #

    Istri ? Ooh.. ceritanya mereka udah nikah.. Hahaha..
    benar-benar mengejutkan.. ^^

  6. Rini Indriati (@ii_neey) March 5, 2013 at 10:16 am #

    ooooowwwwww ternyata taeji udah menikah tohh…. aku terkecohh,,,, tapi ff ini kerenzzz lowww… thorrr bikinin ff Taeji yg married life donkkk
    kekekekkeeee…..

  7. Choi Jimin March 5, 2013 at 11:11 am #

    Daebak^^

    ceritanya seru , tapi aku agak bingung sama masa lalu TaeJi .

    Happy end..

    • taejishipper March 5, 2013 at 6:39 pm #

      nanti deh insya allah aku bikin ficlet/oneshoot masa lalu nya taeji disini ya 🙂

  8. yeonsoo March 5, 2013 at 6:23 pm #

    jdi taemin ama jiyeon udh knal sjak awal y ¿????
    waaahhh, taemin so sweet . . .
    hehehehe
    next ff laen

    • taejishipper March 5, 2013 at 6:42 pm #

      iyaaw nanti deh tunggu aku libur dulu aku mau bikin ficlet/oneshoot flashback kisah mereka yaw >,<

  9. queeny97 March 7, 2013 at 4:50 pm #

    uwaaa….. Daebak!!!!
    ff oneshoot yg muaskan 🙂
    jd, maksudnya taem itu suami jiyeon kah? atau gmn? mereka pisah gitu? krn jiyi gak suka taem ngelukis?
    udah end. tp, q malah di buat penasaran ama endingnya.
    author napeun!!! kkekeke

    Ditunggu ff lain.
    semangat ea thor!!! 😀

  10. beastma March 8, 2013 at 3:32 pm #

    Haha, udah ‘nikah’ ya? Kirain taeji nya masih pacaran gitu. Baru ngeh(?) Pas ending nya 😀

    Tapi tetap daebak ko cerita nya. Sampe mau nangis baca nya *lebay ga sih?* kkk~

    TAEJI Sweet ‘s Valentine=3 Happy Valentine TAEJI!!! 😀

  11. Jiyeon ♥ March 8, 2013 at 4:59 pm #

    Waahh ♥♥♥ suka bangett

    • taejishipper March 8, 2013 at 11:24 pm #

      waaah makasih ❤ btw dp sama namenya love banget ❤ hehe

  12. lian March 9, 2013 at 3:54 pm #

    mwo?
    istriku?kya…ternyt mereka uda nikah!kekeke

    • taejishipper March 10, 2013 at 5:47 pm #

      hehe iya udah merit, ngga ngundang2 ya taeji (?) -_-

  13. JullieMinHoz March 19, 2013 at 9:57 am #

    Aigo, trnyata TaeJi couple udah nikah tohh… Gak nyangka…
    Aq qra Cinta bertepuk sbelah tangan’nya Jiyeon…

    D’tunggu sequel’nya atw Ficlet… Hehehe

    • taejishipper April 8, 2013 at 9:14 pm #

      yg bertepuk sebelah tangan itu cintaku sm onew (?) *eh XD ficletnya nanti yaaa :3

  14. Aulialiaa March 27, 2013 at 4:53 pm #

    ceritanya gak ketebakkk, trnyata mereka udah nikah toh, wkwk >.<
    So sweet bangetlah pokoknya! hidup TaeJi <333333

  15. levilia97 April 13, 2013 at 9:35 pm #

    sooo sweettttt…..
    kayak cerita nyata aja….
    mereka kayak keluarga bahagia 🙂
    huaaaaaa :O

    • taejishipper April 14, 2013 at 4:18 pm #

      amin jadi keluarga bahagia sakinah mawadah dan warahmah :3

  16. Intan April 17, 2013 at 7:47 pm #

    Kereeeeen :” terharu pas endingnyaa ..

    • taejishipper April 18, 2013 at 4:07 pm #

      cieee terharu(?) :3 hihi makasi uda baca yaaaa

  17. shfly1234 June 16, 2013 at 9:52 pm #

    ji sama taem dlu pernah jadian? putus nya gra” apa? gra” ji nda ska taem melukis?
    taem dingin nd cuek banget yh sama ji u.u
    tapi ji tetep nda nyerah 😀
    dan jga taem d sini merokok 😦
    ahh taem so sweet pas ngajak ji pacaran 😀
    d tunggu ff buatan author yg lain nya^^

    • taejishipper June 17, 2013 at 11:19 pm #

      hihi aku bikin taem nya napeun2 unyu (?) wkwk siap 🙂

  18. adriannalian September 26, 2013 at 1:07 am #

    istriku? berarti mereka udah nikah donk? bener-bener ending yang tak terduga 🙂

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: